Kasus ISPA di Kota Serang Naik saat Erupsi GAK

Minggu 13-09-2026,21:37 WIB
Reporter : Aldi Alpian Indra
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Serang mengalami peningkatan saat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada awal September 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat, kasus ISPA yang pada 5 September sebanyak 190 kasus meningkat menjadi 339 kasus pada 7 September dan mencapai 381 kasus pada 8 September.

Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin me­ngatakan, ISPA merupakan penya­kit yang memang rutin ditemukan di masyarakat. Karena itu, pe­ningkatan kasus pada periode erupsi belum dapat sepenuhnya dikaitkan sebagai dampak langsung aktivitas GAK.

"ISPA itu infeksi saluran per­napasan akut. Setiap saat juga namanya ISPA itu ada. Bergantung kepada antibodi atau kekebalan setiap orang atau setiap manusia berbeda-beda," kata Ahmad, Minggu (13/9).

Selain ISPA, Dinkes juga mencatat keluhan kesehatan berupa der­matitis atau gangguan kulit serta gangguan mata.

Kasus dermatitis meningkat dari 24 kasus pada 5 September menjadi 43 kasus pada 7 Sep­tember. Sementara gangguan mata naik dari sembilan kasus menjadi 14 kasus pada periode yang sama.

Namun, jumlah kasus kese­hatan tersebut mulai menun­jukkan penurunan. Pada 12 September, kasus ISPA tercatat 81 kasus, dermatitis 11 kasus dan gangguan mata empat kasus.

Ahmad mengatakan, meski kondisi mulai membaik, ke­waspadaan tetap dilakukan. Seluruh Puskesmas diminta memantau kondisi kesehatan masyarakat dan segera me­laporkan jika terjadi pening­katan kasus ISPA, iritasi mata maupun gangguan kulit yang diduga berkaitan dengan erupsi GAK.

"Kita waspada terus. Saya sampaikan kepada seluruh Puskesmas yang ada di Kota Serang agar supaya me­la­porkan bilamana ada pe­ningkatan terkait dengan infeksi saluran pernapasan akut atau iritasi mata, atau kulit akibat erupsi Gunung Anak Krakatau," tegasnya.

Menurut Ahmad, kondisi terakhir menunjukkan kasus gangguan kesehatan mulai melandai. Meski demikian, kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi per­ubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dapat kembali berdampak terhadap ma­syarakat.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi meng­imbau masyarakat tetap men­jaga kesehatan selama kondisi udara terdampak erupsi. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker, ter­utama saat beraktivitas di luar rumah.

"Jaga kesehatan dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," imbau Budi. (ald)

Kategori :