Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)

Kamis 13-08-2026,21:55 WIB
Reporter : Endang Sahroni
Editor : Endang Sahroni

 

Ia mengakui, saat merintis usaha, kegiatan berutang sering dijalankan guna membesarkan bisnis. Awalnya, hanya pinjam Rp1-2 miliar ke perbankan. Tapi lambat laun, Ia seperti ingin terus menambah utang demi melebarkan bisnis. ”Saya sudah adiktif utang,” katanya. 

 

Dan bencana pun menimpa bisnis Fauzi pada 2020. Saat itu ada tender besar untuk menggarap proyek. Tapi ternyata proyek tersebut tak jalan. Uang yang dikeluarkan pun macet. Pikiran Fauzi buntu. 

 

Dari sana, Ia pun bertemu dengan komunitas SyaREA World. Lalu, mendapatkan solusi. Salah satunya segera menutup utang, meski harus menjual aset. ”Saya pun menjual aset 20 toko Indomaret,” katanya.

 

Dari diskusi itu, Dahlan pun mengambil kesimpulan. Bahwa para pengusaha yang punya utang miliaran itu tetap punya tanggung jawab untuk menyelesaikan masalahnya. Meski harus membakar aset-aset produktif guna menutup utang yang menumpuk. 

Lalu, apakah berutang dengan prinsip syariah itu tetap ada ?. 

Tamu Istimewa, dari Anak Penjual Kopiah di Ampel (seri-2)

 

 

 

 

Tags :
Kategori :

Terkait