BJB

Pedagang Bendera yang Sepi Pembeli

Pedagang Bendera yang Sepi Pembeli

MENJUAL: Salah seorang pedagang bendera, Rahmat, tengah berjualan bendera di jalan Mochammad Yamin, Babakan, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Kamis (13/8).-Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, penjualan bendera Merah Putih di sejumlah titik masih terbilang sepi. Pedagang mengaku jumlah pembeli tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah seorang pedagang bendera, Rahmat, mengatakan kondisi penjualan tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun lalu. Padahal, peringatan HUT RI tinggal beberapa hari.

“Sekarang mah hampir semua tuh yang jual bendera pada sepi semua. Kalau tahun kemarin mah alhamdulillah lumayan,” kata Rahmat saat ditemui Tangerang Ekspres, di jalan Mochammad Yamin, Babakan, Kec. Tange­rang, Kota Tangerang, Kamis (13/8).

Rahmat mengungkapkan, pada tahun lalu dirinya mampu mengantongi pendapatan hingga sekitar Rp20 juta dari penjualan bendera. Sementara hingga 13 Agustus 2026, pendapatannya baru mencapai sekitar Rp2 juta.

“Kalau kemarin mah sampai Rp20 juta juga dapat. Kalau sekarang mah boro-boro (jangankan-red). Udah tanggal segini, baru dapat duit Rp2 juta,” ujarnya.

Menurut Rahmat, pada tahun-tahun sebelumnya peningkatan penjualan biasanya sudah terasa sejak awal Agustus. Bahkan, kondisi tersebut berlangsung hingga mendekati hari-H peringatan kemerdekaan. “Dari tanggal 1 udah mulai ramai,” tuturnya.

Namun, kondisi serupa belum terlihat tahun ini. Hingga kemarin, Rahmat mengaku hanya mampu menjual sekitar tujuh bendera dengan pendapatan sekitar Rp200 ribu dalam sehari.

“Kalau hari ini baru dapat Rp200 ribu. Keluar ada tujuh bendera,” ungkapnya.

Rahmat menduga salah satu faktor yang membuat penjualan menurun adalah masyarakat masih memiliki bendera dari tahun sebelumnya. Bendera lama yang masih layak digunakan kembali dipasang setelah dicuci.

Sepinya penjualan juga dirasakan oleh pedagang lainnya. Rahmat menyebut sejumlah rekan sesama pedagang bendera turut mengeluhkan kondisi yang sama.

“Baru satu juga (terjual-red) teman saya, ke sini main, curhat sama saya. Sama juga. Tahun sekarang mah pada hancur,” ujarnya.

Padahal, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 RI. Namun, menurut Rahmat, imbauan tersebut belum berdampak signifikan terhadap penjualan bendera.

“Tapi itu enggak pada beli sekarang mah. Jarang,” katanya.

Memasuki empat hari terakhir sebelum 17 Agustus, Rahmat hanya bisa berharap terjadi peningkatan pembelian. Ia berharap masyarakat yang membutuhkan bendera dapat membeli dalam beberapa hari terakhir.

Sumber: