Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)

Kamis 13-08-2026,21:55 WIB
Reporter : Endang Sahroni
Editor : Endang Sahroni

 

Dahlan menyebut, kelima pengusaha ini merupakan orang yang tangguh-tangguh. Yang berhasil membebaskan diri dari segala utang untuk mengembangkan usaha. Meski harus berdarah-darah untuk bisa bangkit. 

 

”Misalnya Pak Syaikhul ini. Yang pernah berurusan dengan polisi. Karena menawarkan 800 cek kosong kepada suppliernya. Dan kejadian itu ada yang di terjadi hotel ini. Katanya beliau tadi sempat trauma masuk sini,” celetuk Dahlan. Tawa peserta pun sekali lagi meledak. 

 

Syaikhul pun membenarkan kejadian itu. Sebelum bergerak ke bisnis syariah, Ia adalah distributor benih dan pupuk pertanian. Saat itu, Ia mengakui terlalu agresif membangun pasar. Ia pun meminjam utang ke perbankan miliaran untuk mengembangkan bisnis. 

 

Namun, saat itu merasa gelisah dengan situasi usahanya. Pikirannya tak tenang. Antara terus berekspansi tapi ada hutang yang harus dibayar. Apalagi, sang ayah, kala itu mengingatkan Syaikhul. ”Saya tidak punya senang punya anak ada utang dan sekarang,” katanya. 

 

Sejak saat itu, Syaikhul sepakat untuk berubah. Ia pun mendatangi komunitas syariah yang kini bernama SyaREA World pada 2018. ”Dan saat itu, saya berhenti untuk utang. Dan membayar semua tagihan bertahap,” kata pengusaha asal Ponorogo tersebut. 

 

Dahlan pun memuji langkah Syaikhul. Ia tahu, keputusan seperti berat bagi pengusaha yang sedang bergairah. ”Seperti mobil yang sedang ngebut, tapi diminta ngerem mendadak. Pasti oleng. Tapi beliau ini sepertinya tahu. Kalau terus seperti itu, ngebut terus malah bisa masuk jurang,” katanya. 

 

Kini, setelah berhasil menuntaskan utang, bisnis Syaikhul makin moncer. Jika dulu Ia hanya sebagai agen, kini punya pabrik benih dan pupuk pertanian sendiri. 

 

Perjuangan membebaskan diri dari utang juga dituturkan Fauzi. Sebelum bergabung ke SyaREA World, Ia harus berjibaku menutup utang yang tembus hingga Rp 140 miliar. 

Tags :
Kategori :

Terkait