TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, mengaku belum menerima Surat Keputusan (SK) soal peningkatan status kebencanaan kekeringan. Kemungkinannya status kebencanaan dalam waktu dekat tidak akan ditingkatkan.
Karena kondisi kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah kini masih tergolong terkendali dan bisa ditangani pemerintah daerah bersama instansi terkait lainnya.
Diketahui berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, wilayah terdampak kekeringan bertambah menjadi delapan kecamatan.
Sampai sekarang masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih, karena sumber air warga mulai mengering akibat dampak kekeringan yang semakin meluas.
Zakiyah mengatakan, sampai saat ini belum ada peningkatan status kebencanaan kekeringan, sebab belum ada arahan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta masih bisa ditangani oleh Pemkab Serang maupun instansi terkait lainnya.
"Sampai saat ini kita belum sampai kepada meningkatkan status, masih bisa kita antisipasi dan insyaallah masih dalam keadaan yang bisa kita tindak lanjuti, semuanya masih aman terkendali," katanya kepada wartawan di depan Pendopo Bupati Serang, Rabu (12/8).
Zakiyah mengaku, belum menerima SK yang disampaikan oleh BPBD Kabupaten Serang soal keinginannya untuk meningkatkan status dari bencana menjadi siaga bencana.
Kemungkinan SK tersebut masih di Bagian Hukum Pemkab Serang untuk dilakukan pengkajian terlebih dahulu sebelum disampaikan ke dirinya.
"Masih dikaji dulu ya, karena memang berkasnya juga belum sampai ke meja saya," ujarnya.
Dikatakan Zakiyah, pemberian bantuan berupa air bersih masih terus dilakukan terutama di Serang Utara. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lintas sektoral seperti TNI Polri, PMI, dan perusahaan untuk ikut membantu menyalurkan air bersih.
"Kita juga telah mengerahkan bantuan air bersih dari PDAM, kerjasama dengan mitra-mitra strategis kita dan alhamdulillah itu sudah kita bantu semuanya," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Fakih mengatakan, sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Serang sampai sekarang sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Karena sumber air warga yang mulai mengering akibat dampak kekeringan yang semakin meluas.
Sehingga pihaknya mulai mengusulkan adanya peningkatan status kebencanaan dari bencana menjadi siaga bencana, agar penanganan kekeringan ini bisa dilakukan secara maksimal.
"Sementara ini yang paling banyak permintaan air bersih dari Kecamatan Tanara dan Carenang, selebihnya tersebar di beberapa kampung. Maka kita mau mengusulkan SK peningkatan status bencana ke Ibu Bupati tinggal menunggu untuk ditandatangani," katanya.
Untuk saat ini, kata Fakih, sumber air yang biasa digunakan oleh masyarakat mulai menyusut. Mereka mulai kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.