Petugas Sensus BPS Kabupaten Tangerang Hadapi Penolakan di Lapangan

Minggu 09-08-2026,21:57 WIB
Reporter : Dani Muharom
Editor : Aries Maulansyah

“Jadi kita enggak bisa mengeluarkan data tiap usaha. Karena kita menjamin kerahasiaan data,” katanya.

Data agregat tersebut nantinya dapat menggambarkan jumlah usaha di Kabupaten Tangerang berdasarkan skala, mulai dari usaha besar, menengah hingga kecil. Selain itu, data juga dapat menunjukkan sektor ekonomi yang paling banyak digeluti masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 2.500 petugas diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan. Petugas tidak hanya mendatangi pelaku usaha, tetapi juga rumah tangga.

Masayu menjelaskan, pendataan sosial ekonomi keluarga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masyarakat yang tidak memiliki usaha pun tetap menjadi sasaran pendataan.

“Semua, kan sensus! Sensus itu semua penduduk Kabupaten Tangerang didata,” tegasnya.

Data yang dikumpulkan mencakup berbagai kondisi sosial ekonomi masyarakat, antara lain pendidikan, pekerjaan, serta kondisi tempat tinggal. Data tersebut nantinya juga akan berkaitan dengan data kependudukan.

Masayu berharap masyarakat tidak menganggap kegiatan sensus sebagai sesuatu yang tidak memiliki manfaat. Menurutnya, hasil pendataan dapat dimanfaatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat.

Bagi pelaku usaha, misalnya, data ekonomi dapat menjadi bahan untuk melihat kondisi usaha dan mengambil keputusan. Perbandingan biaya produksi dengan usaha sejenis dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi bisnis.

“Kalau misalnya perusahaan melihat, rata-rata biaya produksi saya ternyata lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang sejenis, berarti saya harus menekan lagi biaya produksi,” ujarnya. (dan/apw)

Kategori :