5 Kecamatan Masuk Zona Rawan Kekeringan

Kamis 30-07-2026,21:43 WIB
Reporter : Muhammad Dhuyuf Khuzaimi
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Lima Kecamatan di Kota Tangerang masuk zona rawan kekeringan. Hal ini berdasarkan hasil pemetaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang. Dari lima wilayah tersebut, Kecamatan Batuceper berstatus awas, sedangkan Kecamatan Benda, Cipondoh, Pinang, dan Tangerang berada pada status waspada. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar me­ngatakan, kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah me­nyiapkan Surat Keputusan (SK) Siaga Hidrometeorologi Kekeringan sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026.

"Dari hasil kajian dan juga masukan dari BMKG, OPD, serta instansi terkait, memang kita merasa perlu membuat SK Hidrometeorologi Kekeringan. Ini menjadi warning bagi seluruh OPD, stakeholder, maupun masyarakat agar waspada terhadap kondisi kemarau yang diprediksi masih berlangsung sampai Oktober," ujarnya kepada Tange­rang Ekspres, Kamis (30/7).

Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini kondisi pasokan air bersih di Kota Tangerang masih relatif aman dan belum ada laporan masyarakat terkait krisis air. Namun, BPBD tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila kondisi memburuk.

Menurutnya, wilayah yang telah terlayani jaringan Perumda Tirta Benteng diperkirakan masih aman selama pasokan air baku dari Sungai Cisadane tetap tersedia. Sementara kawasan yang belum terjangkau jaringan perpipaan menjadi perhatian khusus.

"Yang kita khawatirkan adalah wilayah-wilayah yang belum ter-cover PDAM. Ada kendala dalam upaya memperluas jaringan ke wilayah timur. Mudah-mudahan persoalan perizinan dapat segera diselesaikan sehingga jaringan bisa diperluas," katanya.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menginventarisasi sumber-sumber air, me­mastikan kesiapan pompa, menyiapkan armada mobil tangki, serta mengantisipasi distribusi air bersih apabila dibutuhkan.

Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan air se­cara bijak serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.

"Kita harus bijak dalam pemakaian air dan menghindari pembakaran sampah ataupun sumber-sumber api di lingkungan masing-masing. Kalau terjadi kondisi darurat atau masyarakat mulai mengalami kesulitan air bersih, segera laporkan melalui RT, RW, lurah, layanan 112, atau langsung ke BPBD. Kami siap memberikan penanganan," pungkasnya. 

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin, mengatakan meski kondisi saat ini masih aman, Pemkot Tangerang terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak kemarau apabila berlangsung lebih lama dari perkiraan.

"Upaya-upaya terus kita lakukan bersama PUPR Kota Tangerang, berkoordinasi dengan BBWS C3 serta PDAM Kota Tangerang untuk memastikan pemenuhan kebutuhan air masyarakat," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak sebagai langkah antisipasi.

"Tidak perlu khawatir karena sampai saat ini kebutuhan air masyarakat masih aman dan terpenuhi. Namun, kita tetap harus waspada dan berharap kemarau tidak berkepanjangan," tuturnya. (mg-9/esa)

Kategori :