TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai menjajaki potensi kerja sama investasi dan kemitraan strategis dengan Vietnam. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memetakan serta menggali berbagai peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama antara Provinsi Banten dan pihak Vietnam.
Penjajakan ini ditandai dengan diterimanya audiensi perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk Vietnam oleh Gubernur Banten, Andra Soni bersama jajaran pejabat daerah di gedung Negara, Kota Serang, Senin (20/7).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan langkah awal ini dilakukan lewat pertemuan dengan Ketua Komite Bilateral Vietnam di KADIN Indonesia, Ade Setiawan Tjie. Ia aktif memfasilitasi dan memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, serta peluang ekspor antara pengusaha Indonesia dan Vietnam.
"Tadi saya mendampingi Pak Gubernur bersama Staf Ahli menerima perwakilan Kadin Indonesia yang ada di Vietnam. Beliau bertugas memfasilitasi investasi baik untuk pengusaha Indonesia di sana maupun pengusaha Vietnam yang ingin masuk ke Indonesia," katanya.
Ia menjelaskan, salah satu poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembentukan kerja sama Sister Province atau hubungan kerja sama antara pemerintah daerah tingkat provinsi antara Provinsi Banten dengan Provinsi Ho Chi Minh City.
Menurut Virgojanti, langkah ini sangat potensial mengingat kesamaan karakteristik serta potensi ekonomi daerah.
"Kami melihat peluang kerja sama Sister Province, misalnya antara Banten dengan Ho Chi Minh City. Di sana terdapat klaster kota pelabuhan dan kawasan industri. Banten pun memiliki potensi serupa dan kita ingin menguatkan klaster-klaster ekonomi sesuai dengan potensi wilayah yang ada," jelasnya.
Menurut Virgo, selain sektor umum seperti perdagangan, jasa, dan properti, Pemprov Banten juga menyoroti sektor pertanian dan peternakan sebagai prioritas penjajakan. Dalam audiensi tersebut, pihak Kadin Indonesia di Vietnam memaparkan keunggulan teknologi peternakan yang dimiliki Vietnam.
Virgojanti menegaskan bahwa Pemprov Banten mendorong skema investasi nyata di mana industri pendukungnya dibangun langsung di wilayah Banten, bukan sekadar menjadi pasar impor produk jadi.
"Kita ingin kalau ada investasi di industri peternakan, peternakannya dibangun di sini. Bukan hanya impor susu dari sana ke sini, tapi bawa investasinya dan bangun peternakannya di Banten. Dengan pasar Banten dan Indonesia yang besar, hasil produksinya bisa langsung dikonsumsi oleh masyarakat kita," ungkapnya.
Ia menuturkan, pertemuan ini menjadi modal awal penjajakan kerjasama, yang nantinya akan ditindaklanjuti di kemudian hari. Pihak Pemprov Banten berkomitmen untuk memberikan kepastian layanan perizinan serta kemudahan berinvestasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pembukaan lapangan kerja baru.
"Kan ini kan sifatnya baru penjajakan, ya. Bertemu dulu dengan kepala wilayah, kepala daerah, Pak Gubernur dalam hal ini. Kemudian mereka menyampaikan, mereka juga sudah melihat juga bahwa Banten ini kok luar biasa potensinya," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan banyak keuntungan yang didapat pengusaha yang berinvestasi di Provinsi Banten. Selain berbatasan langsung dengan Jakarta, infrastruktur yang memadai serta letak geografisnya yang sangat strategis.
"Kami memastikan Banten menjadi daerah yang melayani dan ramah bagi investasi. Seluruh proses kami dorong lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada investor," katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa arah kebijakan investasi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan."Investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong pemerataan investasi hingga ke wilayah selatan Banten," paparnya. (mam)