TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang akan lebih melibatkan masyarakat. Selain menampilkan seni dan budaya lokal, perayaan juga difokuskan untuk menggerakkan perekonomian melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, persiapan HUT Kota Serang ke-19 dan HUT Kemerdekaan RI terus dimatangkan bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, pawai budaya tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya didominasi OPD, kini pelaku seni dan budaya lokal akan menjadi peserta utama, sedangkan OPD hanya berperan sebagai pendukung.
"Kami ingin potensi seni dan budaya Kota Serang lebih ditonjolkan sehingga masyarakat bisa ikut terlibat dalam perayaan HUT," ujar Nanang, Rabu (15/7).
Selain pawai budaya, Pemkot kembali menggelar Kota Serang Fair sebagai pusat kegiatan HUT. Event tersebut menjadi wadah promosi sekaligus penjualan produk UMKM lokal.
Nanang juga memastikan upacara HUT RI tahun ini dipindahkan ke Stadion Maulana Yusuf karena Alun-Alun Kota Serang masih direvitalisasi. Pemkot telah menyiapkan langkah antisipasi jika lapangan mengalami kerusakan setelah digunakan.
Rangkaian HUT Kota Serang juga akan diisi ziarah, sidang paripurna istimewa DPRD Kota Serang, serta pertandingan sepak bola persahabatan antarlembaga.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, pihaknya menyiapkan 220 booth gratis untuk UMKM dan industri kecil menengah (IKM) di Kota Serang Fair.
Booth tersebut diprioritaskan bagi UMKM binaan Pemkot Serang dan pedagang yang terdampak penataan kawasan. Jika masih tersedia, pendaftaran akan dibuka bagi masyarakat umum.
"Seluruh booth diberikan secara gratis agar lebih banyak pelaku usaha lokal dapat mempromosikan produknya," kata Wahyu.
Untuk meningkatkan penjualan UMKM, pengunjung yang ingin menyaksikan konser musik diwajibkan berbelanja terlebih dahulu di booth UMKM. Nilai minimal pembelian sebesar Rp30 ribu, sedangkan khusus malam akhir pekan sebesar Rp50 ribu.
Menurut Wahyu, kebijakan tersebut kembali diterapkan karena terbukti mampu meningkatkan transaksi UMKM pada penyelenggaraan Kota Serang Fair tahun sebelumnya. (ald)