TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 1 Kramatwatu di Kecamatan Kramatwatu, Senin (6/7).
Dalam kunjungannya Najib berdialog langsung dengan kepala sekolah, panitia pelaksana, serta operator sekolah, untuk memastikan proses pendaftarannya berjalan lancar serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Najib mengatakan, pada awal pelaksanaan SPMB pada SMP negeri terjadi lonjakan akses pendaftaran yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan sistem mengalami overload dari kuota yang disediakan sebanyak 340, yang mendaftar ada sebanyak 413.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak dari tingginya antusiasme masyarakat dalam mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah negeri, dan dipastikan tidak ada SMP negeri yang sepi peminatnya.
"Saya hadir ke SMP Negeri 1 Kramatwatu untuk memastikan proses SPMB berjalan lancar, dan alhamdulilah berjalan lancar sesuai harapan kita dan kondusif tanpa ada kendala. Di sini ternyata sudah overload, saya pastikan semua sekolah juga overload," katanya.
Najib mengimbau, warga yang anaknya tidak tertampung di sekolah negeri karena sudah overload, diharapkan bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah-sekolah swasta.
Ia memastikan bahwa sekolah swasta pun untuk kualitasnya sama bagusnya dengan sekolah negeri dan meskipun berbayar namun anak-anak harus tetap bersekolah.
"Selaras dengan asta cita bapak presiden untuk meningkatkan kualitas SDM cerdas, agar menuju Indonesia emas 2045. Saya berharap meskipun tidak diterima di sekolah negeri, tetap semangat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah swasta jangan sampai putus sekolah," ujarnya.
Dikatakan Najib, SPMB SMP negeri dilaksanakan secara online tanpa ada hambatan terhadap sistem yang dipakai. Meskipun ada beberapa sekolah yang mengalami susah sinyal, namun tidak sampai mengganggu jalannya pendaftaran.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, pelaksanaan SPMB SMP negeri selama ini berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa masyarakat yang tidak puas dengan jalur-jalur SPMB yang tersedia.
Meski demikian pihaknya sudah berupaya dengan semaksimal mungkin. Namun untuk kepuasan itu dipastikan tidak akan puas karena sistem yang ada berasal dari pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah hanya menjalankannya.
"Tentu masih ada yang tidak puas, karena tadi kadang-kadang warga asal Waringinkurung dia maksa pengen anaknya sekolah di Kramatwatu itu kan jaraknya jauh padahal ada yang dekat di sana. Sekali lagi memang kalau untuk memuaskan semua pasti tidak bisa dipuaskan, tapi kami sudah berupaya semaksimal mungkin bagaimana melayani masyarakat melalui sistem yang ada," katanya.
Disinggung apakah ada laporan terkait praktik titip menitip siswa dan pungutan liar (pungli), Aber mengaku, sampai saat ini pihaknya tidak menerima pengaduan praktik tersebut secara resmi.
Namun ia tidak menutup mata untuk praktik titip menitip maupun pungli ada, tetapi pihaknya tidak melayaninya.
"Alhamdulillah tidak menerima pengaduan secara resmi, tapi ada satu dua yang nitip-nitip seperti ini tapi tidak kami layani, saya minta dia silakan saja datang ke sekolah, daftar bersaing secara normal. Kami kembali ke perintah bupati dan wakil bupati, saat deklarasi bahwa kita harus berlaku transparan, dan adil," ujarnya. (agm)