Wabup Najib Sebut Pendaftar SMP Overload

Senin 06-07-2026,21:31 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Bupati Se­rang Muhammad Najib Hamas me­nin­jau langsung pelaksanaan Sis­tem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 1 Kramatwatu di Kecamatan Kra­matwatu, Senin (6/7). 

Dalam kunjungannya Najib ber­dialog langsung dengan kepala sekolah, panitia pelak­sana, serta operator sekolah, untuk me­mas­tikan proses pen­daftarannya ber­jalan lancar serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Najib mengatakan, pada awal pelaksanaan SPMB pada SMP negeri terjadi lonjakan akses pen­daftaran yang cukup tinggi, se­hing­ga menyebabkan sistem me­n­galami overload dari kuota yang disediakan sebanyak 340, yang mendaftar ada sebanyak 413.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak dari ting­ginya antusiasme masyarakat dalam mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah negeri, dan dipastikan tidak ada SMP negeri yang sepi peminatnya.

"Saya hadir ke SMP Negeri 1 Kramatwatu untuk memastikan proses SPMB berjalan lancar, dan alhamdulilah berjalan lancar sesuai harapan kita dan kondusif tanpa ada kendala. Di sini ternyata sudah overload, saya pastikan semua sekolah juga overload," katanya.

Najib mengimbau, warga yang anaknya tidak tertampung di sekolah negeri karena sudah overload, diharapkan bisa men­daftarkan anaknya ke sekolah-sekolah swasta.

Ia memastikan bahwa sekolah swasta pun untuk kualitasnya sama bagusnya dengan sekolah negeri dan meskipun berbayar namun anak-anak harus tetap bersekolah.

"Selaras dengan asta cita ba­pak presiden untuk mening­katkan kualitas SDM cerdas, agar menuju Indonesia emas 2045. Saya ber­harap mes­kipun tidak diterima di sekolah negeri, tetap semangat untuk me­nye­kolahkan anaknya di sekolah-sekolah swasta jangan sampai putus sekolah," ujarnya.

Dikatakan Najib, SPMB SMP negeri dilaksanakan secara online tanpa ada hambatan terhadap sistem yang dipakai. Meskipun ada beberapa sekolah yang meng­alami susah sinyal, namun tidak sampai meng­ganggu jalannya pendaftaran.

Sementara itu, Kepala Din­dikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, pelak­sanaan SPMB SMP negeri sela­ma ini berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa masya­rakat yang tidak puas dengan jalur-jalur SPMB yang tersedia.

Meski demikian pihaknya sudah berupaya dengan semak­simal mungkin. Namun untuk kepuasan itu dipastikan tidak akan puas karena sistem yang ada berasal dari pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah hanya men­jalankannya.

"Tentu masih ada yang tidak puas, karena tadi kadang-ka­dang warga asal Waringin­ku­rung dia maksa pengen anaknya se­kolah di Kra­matwatu itu kan jaraknya jauh padahal ada yang dekat di sana. Sekali lagi me­mang kalau untuk memuaskan semua pasti tidak bisa dipuas­kan, tapi kami sudah ber­upaya semaksimal mungkin bagai­mana melayani masyarakat melalui sistem yang ada," katanya.

Disinggung apakah ada la­poran terkait praktik titip me­nitip siswa dan pungutan liar (pungli), Aber mengaku, sampai saat ini pihaknya tidak me­nerima pengaduan praktik ter­sebut secara resmi.

Namun ia tidak menutup ma­ta untuk praktik titip menitip mau­pun pungli ada, tetapi pi­haknya tidak melayaninya.

"Alhamdulillah tidak mene­rima pengaduan secara resmi, tapi ada satu dua yang nitip-nitip seperti ini tapi tidak kami layani, saya minta dia silakan saja datang ke sekolah, daftar ber­saing secara normal. Kami kembali ke perintah bupati dan wakil bupati, saat dek­larasi bah­wa kita harus berlaku trans­paran, dan adil," ujarnya. (agm)

Kategori :