SPMB di SD Favorit Overload, Pinggiran Sepi Peminat

Minggu 05-07-2026,21:33 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Miladi Ahmad Cemol

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, menyebutkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD di sekolah favorit, sudah banyak yang overload berbeda dengan SD di pinggiran masih ada yang sepi peminat.

Sehingga perlu perhatian lebih terhadap sekolah yang belum terpenuhi kuotanya, terutama sekolah yang lokasinya jauh dari permukiman masyarakat sepi peminat.

Kepala Bidang SD pada Dindikbud Kabupaten Serang Abidin Nasyar Surya mengatakan, SPMB SD Kabupaten Serang sudah berjalan yang sampai saat ini sudah 99 persen pendaftarannya, dipastikan semua masyarakat bisa bersekolah apalagi ada kewajiban untuk pendidikan 13 tahun.

"Alhamdulillah sampai saat ini SPMB SD berjalan lancar, terdapat peningkatan atau jumlah untuk pendaftarannya yang berarti usia sekolah juga ikut meningkat di Kabupaten Serang," katanya, Minggu (5/7).

Abidin mengaku, banyak sekolah yang sudah overload calon murid yang daftar, khususnya pada sekolah yang dianggap favorit diantaranya SD di Kecamatan Kramatwatu dan Kecamatan Cikande.

Namun tidak menutup kemungkinan ada juga SD yang sepi peminat, terutama sekolah yang berada di pinggiran atau jauh dari pemukiman masyarakat.

"Tentunya ini menjadi perhatian kami, dan saat ini sedang melakukan upaya supaya kuota dari sekolah yang sepi peminat ini bisa terpenuhi. Tapi ada juga sekolah sudah overload, apalagi di SDN Cikande 1, SDN Cikande Permai, Cimasuk dan lainnya," ujarnya.

Dikatakan Abidin, untuk jumlah sekolah yang masih kurang peminat saat ini sedang dilakukan identifikasi, dan masih menunggu laporan dari 107 sekolah dasar negeri yang ada di Kabupaten Serang. 

Adapun sekolah yang masih sepi peminat salah satunya ada di Kecamatan Baros yaitu, SD Taman Sari, sudah disiapkan dua lokal baru terpenuhi satu lokal. "Masih ada waktu pendaftarannya sampai tanggal 7 Juli nanti, kita akan lihat perkem­bangannya semoga saja terpenuhi semua. Karena kita sudah minta ke pengawas, untuk melaporkan perkem­bangan SPMB dari 107 sekolah itu harus melaporkan kepada kita, mana saja yang overload, dan belum memenuhi kuota," ucapnya.

Kata Abidin, pihaknya sudah menambah SD Negeri baru di Cikande Permai yaitu SDN Cikande Permai 2, yang disiapkan dua lokal untuk 80 murid dan ditambah lagi dua kelas sehingga terdapat 160 murid.

"Meskipun kita tambah sekolah ternyata masih tetap overload disana, kemungkinan nanti akan dilakukan pelimpahan ke sekolah yang kurang diminati," tuturnya.

Disisi lain, kata Abidin, untuk SDN Inpres Cikeusal yang biasanya selalu kurang murid lantaran kondisi relokasi sekolah yang belum pasti, namun kini setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, jumlah pendaftar disana meningkat.

"SDN Inpres Cikeusal setiap tahun pasti kurang murid, karena relokasi yang tidak pasti, namun kini jumlah pendaftarnya meningkat sejak ada acara peletakan batu pertama oleh ibu bupati," katanya.

Disinggung apakah ada perpanjangan atau tidak untuk pendaftaran SPMB SD terhadap seko­lah yang sepi peminat, kata Abidin, perlu dilihat nanti kondisinya kedepan apakah perlu ditambah waktu atau tidak.

"Kita lihat nanti, karena biasanya ada pelimpahan juga dari sekolah yang overload dilimpahkan ke sekolah yang kurang diminati," ujarnya. (agm)

Kategori :