TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah takziah ke rumah duka kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Kampung Lebak, Desa Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa (9/6).
Zakiyah berbincang-bincang dengan orangtua korban Melya Sari (19) yang meninggal dunia pada Minggu 7 Juni 2026 akibat lakalantas di jalan Bojonegara-Puloampel, Kecamatan Bojonegara.
Dalam perbincangannya, Zakiyah memberikan bantuan uang tunai serta berjanji untuk memperbaiki rumah orangtua korban melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai prioritas tahun ini.
Diketahui, Melya Sari (19), meninggal dunia pada Minggu 7 Juni 2026, akibat kecelakaan lalu lintas dengan truk kontainer di jalan Bojonegara-Puloampel, Kecamatan Bojonegara.
Kejadiannya malam hari, yang saat itu almarhumah berboncengan dengan sepupunya asal Kecamatan Kramatwatu menuju Bojonegara dengan maksud menjemput suami dari sepupunya.
Namun nasib tragis menimpa keduanya, tertabrak oleh truk kontainer hingga keduanya meninggal dunia di tempat kejadian.
Zakiyah mengaku baru mendapatkan kabar dari Camat Bojonegara terkait warganya yang menjadi korban lakalantas, maka dirinya pun langsung mendatangi rumah duka bertujuan untuk memastikan kondisi keluarga korban yang ditinggalkan.
"Saya baru dapat kabar semalam dari Pak Camat Bojonegoro, ingin menyampaikan secara langsung kepada keluarga korban, tentu duka mendalam atas kejadian ini, karena siapapun tidak ingin menjadi korban kecelakaan," katanya saat diwawancarai wartawan di lokasi rumah duka.
Zakiyah mengatakan, kedua korban ini masih satu saudara atas nama Melya Sari asal Kecamatan Waringinkurung dan Sulyati asal Kecamatan Kramatwatu.
Sopir yang menabrak kedua korban sudah berada di Polres Cilegon untuk dilakukan pemeriksaan. Diharapkan aparat kepolisian bisa memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Saya dapat infonya untuk sopir yang menabrak korban tersebut sudah ada di Polres Cilegon. Saya pribadi mohon ke aparat kepolisian untuk bisa memberikan sanksi, sesuai dengan aturan yang berlaku kepada pengendara yang sudah lalai, sehingga menyebabkan korban dua orang korban warga kita meninggal dunia," ujarnya.
Dikatakan Zakiyah, truk yang menabrak korban ini bukan truk odol, melainkan truk kontainer asal Tangerang, yang melintas di jalan raya Bojonegara-Puloampel.
"Yang menabrak ini odol kah atau truk yang lain kah, ternyata memang yang menabrak itu bukan odol, saya pikir odol yang menabrak para korban, tapi ternyata mobil kontainer yang dari wilayah Tangerang dengan kapasitas yang besar," ucapnya.
Kata Zakiyah, keluarga korban sudah diberikan bantuan berupa uang tunai dan akan ditambahkan untuk meringankan beban keluarga.
Tidak hanya itu keluarga korban juga diberikan bantuan Rutilahu, karena rumahnya dinilai sudah tidak layak huni, maka akan masuk dalam prioritas tahun ini untuk dilakukan perbaikan.