Pilar menjelaskan, teknologi tepat guna menjadi salah satu solusi yang relevan karena dapat disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Karena itu, Pemkot terus mendukung berbagai inovasi yang lahir dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mengikuti lomba tahun ini. Menurutnya, ajang TTG menjadi wadah bagi para inovator untuk menampilkan karya terbaik sekaligus berpeluang mewakili Kota Tangsel di tingkat Provinsi Banten hingga nasional.
“Saya berharap para peserta, baik dari tingkat SMA, SMK maupun perguruan tinggi, dapat terus mengembangkan karya-karyanya sehingga memiliki daya saing dan bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel berkomitmen membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan kolaboratif sebagaimana tertuang dalam visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Tangerang Selatan yang unggul, inklusif, inovatif, kolaboratif, dan lestari.
Selain itu, ia meminta jajaran perangkat daerah untuk menyusun program yang mampu mendukung para inovator muda, termasuk melalui skema beasiswa dan pembinaan berkelanjutan bagi pelajar maupun mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang teknologi.
Menurut Pilar, penguatan sumber daya manusia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi persaingan global. Ia menilai negara maju umumnya memiliki kemampuan tinggi dalam menghasilkan produk teknologi yang mampu bersaing di pasar internasional.
“Ke depan kita ingin lebih banyak anak-anak Kota Tangsel yang berkiprah di bidang teknologi dan menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” tutupnya. (bud/esa)