Lomba ITTG ke-14 Libatkan Mahasiswa dan Pelajar

Rabu 03-06-2026,20:47 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Sebanyak 25 finalis bertarung dalam lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) 2026 ke-14 tingkat Kota Tangsel.

Penilaian akhir dilaksanakan di Plaza Rakyat Balai Kota, Ra­bu (3/6). Sesuai ketentuan, pe­serta lomba inovasi TTG dibagi dalam 2 kategori, yakni umum dan pelajar. Umum peserta kategori umum boleh masyarakat atau perguruan tinggi.

Lomba Inovasi merupakan upaya mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah di bidang teknologi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangsel Fu­ad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2001 tentang penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna.

Menurutnya, pengembangan inovasi menjadi hal penting mengingat posisi Indonesia dalam indeks inovasi dunia masih perlu ditingkatkan.

“Berdasarkan Global Innovation Index, posisi Indonesia di tingkat ASEAN masih berada di urutan keenam. Kita masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan budaya inovasi,” ujarnya, Rabu (3/6).

Fuad menambahkan, lomba tahun ini diawali dengan seleksi administrasi terhadap 30 proposal yang masuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap penilaian lanjutan. Para peserta berasal dari kalangan umum, mahasiswa, hingga pelajar SMA di Kota Tangsel. 

Pada kategori umum dan mahasiswa, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Pamulang dan Institut Teknologi Indonesia (ITI). Sementara untuk kategori pelajar, tercatat sebanyak 18 peserta dari berbagai SMA di Kota Tangsel turut berpartisipasi menampilkan inovasi yang mereka kembangkan.

“Ini menjadi hal yang membanggakan karena banyak ge­nerasi muda yang mulai ter­tarik menciptakan inovasi dan solusi teknologi untuk ma­syarakat,” tambahnya.

Pada tahap akhir, dewan juri akan menentukan juara sa­tu, dua, dan tiga untuk masing-masing kategori. Para pemenang akan mendapatkan hadiah pembinaan dengan total puluhan juta rupiah. Juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, dan juara ketiga Rp6 juta untuk setiap kategori yang diperlombakan.

"Selain hadiah, para pemenang juga berkesempatan mewakili Kota Tangsel pada ajang Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Banten. Jika berhasil menjadi juara di tingkat provinsi, mereka akan melaju ke tingkat nasional," jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Tangsel berharap budaya inovasi terus berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga mampu menghasilkan berbagai teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mendorong lahirnya lebih banyak inovator muda di bidang sains dan teknologi melalui ajang lomba Inovasi TTG ke-14 tingkat Kota Tangsel.

Menurut Pilar, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital yang semakin pesat menuntut daerah untuk terus meningkatkan daya saing melalui inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Teknologi tidak hanya berbicara soal kecanggihan, tetapi bagaimana inovasi itu mampu memberikan manfaat nyata, mudah digunakan masyarakat, ramah lingkungan, memiliki nilai ekonomi, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kategori :