Banyak Kepala Sekolah Maunya Dilayani

Kamis 07-05-2026,20:08 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang mengakui masih banyak kepala sekolah yang mem­punyai sikap hanya mau dilayani, namun tidak mau melayani.

Pengawasan secara ketat kepada kepala sekolah akan terus dilaku­kan, untuk memantau perilaku kepala sekolah yang hanya ingin dilayani dan akan diberikan pe­ringatan.

Hal itu disampaikan Kepala Din­dikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi, usai acara pengambilan sumpah atau janji CPNS menjadi PNS, serta penyerahan surat ke­putusan dan penandatanganan pakta integritas kepala sekolah, di lingkungan Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Serang tahun 2026, di Lapangan Tenis Indoor Pemkab Serang, Kamis (7/5).

Aber mengatakan, dari 746 SD dan 216 SMP pasti ada kepala seko­lah yang sikapnya hanya ingin dilayani bukan melayani. Laporan tersebut didapatnya dari para guru yang merasa dirugikan atas sikapnya.

"Harus jadi teladan yang baik, jangan pengennya dilayani tapi harus melayani, berikan contoh yang baik ke para guru," katanya.

Aber mengaku, paling rewel ke kepala sekolah. Ia selalu mem­berikan peringatan bisa dengan cara datang langsung ke sekolah, tanpa memberitahu terlebih dahulu ke kepala sekolahnya.

Seperti halnya belum lama ini dirinya datang ke salah satu sekolah, tidak datang langsung ke kantor kepala sekolah melainkan mengecek kondisi lingkungan sekitar, ruang kelas, bahkan kamar mandinya.

"Biar ada gambaran, kalau rapih saya pastikan kepala sekolah itu melayani bukan dilayani, tapi berbeda kalau acak-acakan bisa dijamin bahwa kepala sekolahnya itu pengennya dilayani. Saya langsung panggil kepala sek­o­lahnya untuk diberi peringatan," ujarnya. 

Dikatakan Aber, kepala sekolah harus memberikan keteladanan yang baik ke para guru, supaya bisa meningkatkan mutu pen­didikan yang bisa berkualitas yang kuncinya berasal dari kepala sekolah.

Meskipun saat ini sudah dilantik 283 kepala sekolah baru, namun masih ada 50 sekolah lagi baik SD maupun SMP yang masih ko­song, tidak memiliki kepala sekolah. Pihaknya sedang mela­kukan inventaris untuk melaksanakan pemilihan kepala sekolah baru.

"Sehingga sebelum akhir tahun nanti bisa diadakan pelantikan kembali, jangan sampai sekolah-sekolah terus menerus kekosongan, karena yang namanya merangkap jabatan itu tidak optimal kerjanya. Saya harapkan kepala sekolah baru dilantik ini bisa terus me­ningkatkan kerjanya, nanti periode kedua juga secepatnya bisa mengisi kekosongan yang ada," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menam­bahkan, bagi kepala sekolah yang baru dilantik ini bisa menjadi kepala sekolah yang visioner, inovatif dan mampu memberikan teladan di lingkungan sekolahnya, agar masya­rakat yang menye­kolahkan anaknya bisa aman dan tenang.

"Kalau kepala sekolah sudah memberikan contoh yang baik, tentu saya yakin lingkungan seko­lah juga akan menjadi lingkungan yang produktif," katanya. (agm)

Kategori :