BJB FEBRUARI 2026

DPRD Dorong Infrastruktur untuk Penanganan Banjir

DPRD Dorong Infrastruktur untuk Penanganan Banjir

Wakil Ketua DPRD Kota Ta­ngerang, Arief Wibowo.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — DPRD Kota Tangerang terus mendorong pembangunan infrastruktur untuk penanganan banjir di beberapa wilayah Kota Tangerang. 

Wakil Ketua DPRD Kota Ta­ngerang, Arief Wibowo mengatakan. pentingnya pengua­tan infrastruktur dalam upaya penanganan banjir. Sebab, di beberapa titik khususnya di wilayah timur dinilai sangat krusial.

Terlebih, keluhan masyarakat yang diterima DPRD, menjadi  salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius.

Dikatakan Arief, salah satu untuk mengatasi banjir, yakni pemeliharaan embung yang telah dibangun. Menurutnya, fungsi embung sebagai penampung air harus didukung dengan perawatan optimal agar dapat bekerja maksimal saat curah hujan tinggi. 

“Embung yang sudah ada harus benar-benar diperhatikan pemeliharaannya. Berdasarkan laporan warga, hal ini masih menjadi catatan penting,” ungkap Arief saat ditemui, belum lama ini.

Politisi dari Fraksi PKS ini menyebut, untuk di wilayah timur Kota Tangerang percepatan penanganan banjir di­nilai krusial. Ia mendorong realisasi pengadaan lahan di sekitar Kali Angke yang sebekumnya telah direncanakan. Hal itu menjadi bagian dari solusi jangka panjang. 

“Kami berharap tahun ini pengadaan lahan dapat terealisasi, mengingat proses penanganannya memang mem­butuhkan waktu hingga beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Selain itu, pentingnya pembenahan sistem drainase, terutama pada saluran sekunder dan tersier yang menjadi titik awal aliran air saat hujan. 

Kondisi drainase yang belum optimal dinilai turut berkontribusi terhadap genangan hingga kerusakan jalan. 

“Drainase ini juga sangat krusial. Pengerjaannya harus serius, termasuk pembaruan rencana induk drainase agar penanganannya lebih terarah,” ujarnya.

Ia mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) khusus guna memastikan konektivitas antar saluran drainase berjalan dengan baik. Pengawasan terhadap proyek-proyek yang berdampak pada infrastruktur publik juga dinilai perlu diperketat.

“Kerap kali proyek galian berdampak pada kondisi jalan. Hal ini harus diawasi agar setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan dapat kembali seperti semula,” tegasnya. 

Ia berharap, melalui langkah-langkah tersebut, penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan, sehingga mampu mengurangi dam­pak yang dirasakan ma­syarakat. (ziz)

Sumber: