SDN Karawaci 6 Rayakan Hardiknas dengan Upacara Bendera

Selasa 05-05-2026,18:16 WIB
Reporter : Muhammad Dhuyuf Khuzaimi
Editor : Sihara Pardede

TANGERANGEKSPRES.ID, KARAWACI — Suasana khidmat menyelimuti lapangan SDN Karawaci 6 pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan melaksanakan upacara bendera, Sabtu (2/5). Perayaan Hardiknas ini guna menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa. 

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin. Penggunaan pakaian tradisional menjadi simbol kuat untuk mengingatkan generasi muda akan akar budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan di tengah arus modernisasi. Di bawah kibaran bendera Merah Putih, para siswa diajak untuk menyelami kembali makna perjuangan para pahlawan bangsa.

Diana Dwi Amaliah, salah satu guru di SDN Karawaci 6 menyampaikan, momentum ini adalah waktu yang tepat untuk menanam­kan nilai-nilai luhur kepada peserta didik. Menu­rutnya, menghargai sejarah adalah langkah awal membentuk identitas diri yang kuat.

”Harapannya dengan adanya kegiatan upa­cara pada peringatan hari Pendidikan ini para siswa bisa mengenang jasa para pahlawan khususnya pahlawan Pendidikan. Selain itu bisa menumbuhkan cinta tanah air, nasio­nalisme, dan melestarikan budaya Indonesia karena para siswa mengenakan pakaian adat pada kegiatan ini,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (3/5).

Penyelenggaraan upacara ini juga selaras dengan tema besar Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yaitu ”Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif.

Lebih lanjut, Diana menekankan esensi dari Hardiknas adalah memastikan keadilan sosial dalam sektor pendidikan. Baginya, pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi barang mewah yang hanya bisa diakses oleh segelintir kalangan saja.

”Melalui upacara ini, kami membawa harapan besar agar setiap anak di seluruh pelosok negeri Indonesia, baik di kota maupun desa, kaya maupun kurang mampu, mempunyai kesempatan belajar yang sama dan berkualitas, tanpa ada yang tertinggal,” tambahnya.

Tak hanya soal akses, kualitas lulusan juga menjadi perhatian utama. Sekolah berharap pendidikan masa kini mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa mengesampingkan pembentukan karakter. Kepintaran di atas kertas dianggap tidak cukup jika tidak dibarengi dengan integritas.

Diana juga mengingatkan kembali ajaran Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, yang mengedepankan aspek kemanusiaan dalam pendidikan. Menurutnya, tugas pendidik saat ini adalah mencetak generasi yang seimbang secara intelektual dan emosional.

”Tujuan kita bukan cuma mencetak siswa yang pandai secara akademik, tapi juga mencetak orang-orang yang jujur, beretika, berbudaya, dan peduli sesama, sesuai dengan semangat Ki Hajar Dewantara,” pungkasnya.(duy)

Kategori :