WH Desak Pemprov Lebarkan Jalan KH Hasyim Asy’ari
Anggota DPR RI, Wahidin Halim.--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Anggota DPR RI, Wahidin Halim (WH), mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten segera merealisasikan pelebaran Jalan KH Hasyim Asy’ari, Kota Tangerang.
WH mengungkapkan, kemacetan parah kerap terjadi di ruas jalan tersebut, terlebih dengan beroperasinya Asrama Haji Cipondoh sebagai embarkasi perdana tahun ini. Menurutnya, rencana pelebaran jalan tersebut sudah ada sejak lama dan kini tinggal menunggu eksekusi nyata dari pemerintah daerah.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini menjelaskan, bahwa konsep pelebaran jalan hingga ke wilayah Ciledug sebenarnya sudah direncanakan sejak masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Banten. Ia menyebutkan beberapa titik krusial, seperti perempatan Gondrong dan akses Cipondoh, merupakan hasil inisiasi yang ia lakukan namun belum terselesaikan sepenuhnya lantaran habis masa jabatannya.
"Konsepnya memang sudah ada dulu pelebaran, tinggal laksanakan saja, programkan sekarang. Sampai ke Ciledug dilebarkan. Gubernur sekarang itu kan warga Ciledug," ujar Wahidin, Selasa, (5/5).
WH menegaskan, tahun ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana yang sempat tertunda tersebut."Sudah dari dulu pelebaran sudah ada konsepnya, sudah ada rencananya, tinggal pelaksanaannya harus direalisasi," tegasnya.
Pelebaran Jalan KH Hasyim Asy’ari dinilai mendesak, mengingat status jalur tersebut sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan Kota Tangerang dengan wilayah sekitarnya, yang beban kendaraannya semakin meningkat setiap tahunnya.
Ia menekankan, masyarakat perlu mengetahui sejarah pembangunan di wilayah tersebut agar pembangunan berkelanjutan tetap terjaga.
"Zaman saya kan daerah Gondrong sudah, itu saya yang lebarin, tapi saya enggak keburu tuntasin, baru di situ aja. Kan yang Cipondoh saya yang 'nembak' (buka jalur) itu. Tulis tulis, biar orang tahu. Gondrong itu perempatan saya yang buka jalur," tegasnya lagi.
WH menambahkan, keberadaan Asrama Haji Cipondoh yang kini menjadi pusat mobilisasi jemaah, ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada gedung, tetapi juga aksesibilitas di sekitarnya. Ia menyarankan pembukaan jalan alternatif untuk memecah penumpukan kendaraan.
"Itu yang pertama harus ada jalan keluar ke sana tuh, dari arah Poris ke Cipondoh. Buka jalan juga, jangan dibikin pasar," tambahnya.
Ia juga mendorong fasilitas Asrama Haji Banten agar terus dilakukan evaluasi. Menurutnya, kekurangan fasilitas yang ada harus segera dilengkapi agar pelayanan jemaah haji semakin optimal ke depannya.
Sementara itu Gubernur Banten, Andra Soni menyatakan kesiapannya akan menindaklanjuti terkait pelebaran Jalan KH Hasyim Asyari yang semakin bertambah volume kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut.
“Ya, nanti kita tindaklanjuti,” kata Andra Soni saat diwawancarai, belum lama ini.
Kemacetan di Jalan KH Hasyim Asyari yang menjadi akses utama, pihak pemerintah daerah dilaporkan tengah melakukan evaluasi mendalam. Mengingat volume kendaraan yang tinggi dan lebar jalan yang saat ini belum ideal untuk menampung arus kendaraan saat musim haji, rencana pelebaran jalan menjadi salah satu opsi strategis ke depan.
Andra Soni berharap dengan adanya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkot Tangerang, kendala aksesibilitas di wilayah Cipondoh dapat segera teratasi agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat maupun kenyamanan para tamu Allah yang akan berangkat ke tanah suci.
Diketahui, kondisi arus lalu lintas di Jalan KH Hasyim Asyari, Kecamatan Cipondoh, kian menjadi sorotan. Ruas jalan tersebut harus dilakukan pelebaran. Kepadatan kendaraan di ruas jalan tersebut terpantau kerap kali mengalami kemacetan parah atau “krodit”, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari saat mobilitas pekerja meningkat. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya iring-iringan kendaraan bus pengantar calon jemaah haji menuju Asrama Haji Banten. (ziz)
Sumber:
