TANGERANGEKSPRES.ID, PAKUHAJI — Menanggapi aksi demonstrasi di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang yang melibatkan kubu dari Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Pakuhaji, tokoh masyarakat Pakuhaji Iskandar angkat bicara. Ia secara tegas membantah narasi yang menyebutkan bahwa warga Pakuhaji menolak pembangunan.
Pernyataan ini disampaikan Iskandar sebagai klarifikasi atas kesalahpahaman yang beredar di masyarakat terkait posisi Kecamatan Pakuhaji terhadap proyek-proyek strategis di wilayah tersebut. Iskandar menegaskan, aksi demonstrasi yang membawa nama Kecamatan Pakuhaji tidak serta-merta mewakili aspirasi seluruh warga mengenai penolakan pembangunan. Ia menyayangkan adanya persepsi yang terbentuk seolah-olah warga Pakuhaji adalah masyarakat yang menghambat kemajuan.
"Saya keberatan dengan narasi yang dibentuk, seolah-olah demonstrasi itu mewakili Kecamatan Pakuhaji yang tidak pro-pembangunan. Saya, sebagai tokoh masyarakat Kecamatan Pakuhaji, tetap mendukung program yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta atau pengembang," ujar Iskandar dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, pembangunan adalah kebutuhan mendesak bagi Kecamatan Pakuhaji untuk meningkatkan taraf hidup dan fasilitas wilayah. Iskandar bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan massa guna menunjukkan bahwa mayoritas warga Pakuhaji mendukung pembangunan di wilayah mereka.
Selain menyoroti dukungan terhadap pembangunan, Iskandar memberikan perspektif pragmatis terkait zonasi lahan di Kabupaten Tangerang. Ia menekankan pentingnya melihat fakta lapangan sebelum membuat kebijakan atau tuntutan. Iskandar berpendapat perlakuan terhadap lahan pertanian harus dibedakan dengan kawasan yang sudah terlanjur dialihfungsikan menjadi industri.
"Selama wilayah pertanian itu masih steril dan belum ada bibit-bibit industri atau perumahan, maka saya setuju kawasan tersebut tidak diberi izin perubahan fungsi. Namun, jika kawasannya sudah ‘berbuah’ dan sudah berdiri pabrik, perumahan, atau pergudangan, tentu tidak logis jika dikembalikan ke asal. Ilok (apa iya) itu mau digempur?," tegas Iskandar.
Baginya, poin penting dalam perdebatan tata ruang adalah melihat fakta realitas yang ada di lokasi saat ini. Ia berharap agar setiap polemik pembangunan dapat disikapi dengan bijak, melihat kebutuhan ekonomi wilayah, serta menjaga kesinambungan antara lahan pertanian dan kebutuhan akan sektor industri. (zky)