TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Untuk mengantisipasi berbagai kendala selama proses pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang akan membuka layanan pengaduan bagi masyarakat. Posko pengaduan ini disiapkan agar proses penerimaan siswa baru berjalan transparan dan dapat diawasi bersama.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan SPMB tahun ini. Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, mengatakan pihaknya saat ini tengah menyusun berbagai tahapan pelaksanaan SPMB agar berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
“SPMB kita sedang dalam tahap persiapan, mulai dari penerbitan surat bersama Bupati, pembentukan tim, hingga rapat-rapat teknis untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar,” ujar Dadan, Senin (20/4).
Ia menuturkan, Dinas Pendidikan juga tengah memetakan kesiapan sekolah dalam penggunaan sistem aplikasi. Hal ini dilakukan karena tidak semua wilayah memiliki kesiapan yang sama dalam penerapan sistem digital.
“Kita sedang menyiapkan daerah mana yang menggunakan aplikasi dan mana yang belum bisa menggunakan aplikasi. Saat ini masih dalam tahap evaluasi,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang juga tengah menghitung daya tampung sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Termasuk di dalamnya sekolah swasta yang menyelenggarakan program sekolah gratis.
“Kita juga menghitung daya tampung sekolah negeri dan swasta, termasuk sekolah swasta yang menyelenggarakan program sekolah gratis, agar semua calon siswa bisa terakomodasi,” tambahnya.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, mengatakan dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Pasalnya, masih banyak orang tua yang belum mengetahui alur pendaftaran dan tidak mengerti cara mendaftar secara online.
Ia mengibaratkan proses penerimaan siswa baru tahun ini seperti "war ticket" karena tingginya minat masyarakat untuk masuk sekolah negeri.
"Kalau istilahnya itu seperti war tiket, karena memang banyak yang ingin masuk SMP Negeri," katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar, kata dia, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mulai menyiapkan sistem penerimaan siswa baru secara matang. Salah satunya melalui pendaftaran online yang akan kembali diterapkan secara bertahap.
Dedy menjelaskan, tahun lalu sekitar 50 persen SMP Negeri sudah menerapkan pendaftaran online. Tahun ini, jumlah sekolah yang menggunakan sistem digital kemungkinan masih berkisar di angka tersebut sambil dilakukan evaluasi.
"Tahun lalu sempat terjadi gangguan server karena banyak akun ganda. Harusnya lulusan 63 ribu, tapi yang mendaftar sampai lebih dari 70 ribu. Tahun ini kita perbaiki sistem agar satu akun hanya bisa login satu kali," jelasnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang saat ini masih menyusun teknis pelaksanaan penerimaan siswa baru. "Sosialisasi kepada masyarakat dijadwalkan mulai intensif pada Mei mendatang, sementara pendaftaran direncanakan dibuka pada Juni 2026," katanya. (dan)