Tujuh Desa Diusulkan Jadi Tempat Bioflok

Minggu 19-04-2026,20:17 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang, sudah mengusulkan tujuh desa ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), agar mendapatkan program budi­daya tematik bioflok untuk nila dan lele.

Ketujuh desa yang diajukan yaitu Panyaungan Jaya, Keca­matan Ciomas; Curug­agung, Baros, Tamansari, Kecamatan Baros; Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pabuaran; Desa Sindang Laya, Kecamatan Cinangka; dan Desa Teng­kurak, Kecamatan Tirtayasa.

Diketahui, budidaya tematik bioflok adalah program dari KKP yang menggabungkan teknologi budidaya intensif ramah lingkungan atau bio­flok, dengan tujuan sosial eko­nomi seperti ketahanan pangan, gizi masyarakat di program MBG, dan penggerak ekonomi desa berbasis Kope­rasi Desa Merah Putih (KDMP).

Sistem ini menggunakan mikroorganisme pengurai untuk mengubah limbah ikan menjadi nutrisi, menghemat air dan lahan, serta fokus pada ikan lele atau nila.

Kepala Bidang Perikanan Budi­daya pada Diskan Kabu­paten Serang Nurdhian Pra­muaji mengatakan, KKP me­miliki program budidaya te­ma­tik bioflok dan pihaknya sudah mengusulkan tujuh desa supaya mendapatkan program tersebut.

Budidaya ini khusus untuk lele dan nila, apabila disetujui bentuk bantuannya berupa bioflok tiga modul, totalnya ada 24 kolam bulat diameter empat dibutuhkan lahan mi­nimal 1.000 meter persegi.

"Ketujuh desa yang kami usulkan ini, insya Allah telah memenuhi persyaratannya salah satunya dibutuhkan lahan minimal 1.000 meter persegi. Program ini khusus budidaya lele dan nila, nanti dapat bantuannya tiga modul, totalnya ada 24 kolam bulat diameter empat," katanya, Minggu (19/4).

Nurdhian mengatakan, budi­daya tematik bioflok ini di­peruntukkan bagi KDMP untuk swasembada pangan nasional melalui ikan, dan mendukung program MBG.

Sehingga nanti ikan hasil dari budidaya tematik bioflok ini akan dikerjasamakan de­ngan penerima manfaat yaitu dapur SPPG dan KDMP yang ada disekitar desa tersebut.

"Mudah-mudahan sih bisa di ACC ya, karena sudah diverifikasi juga yang tujuh desa tersebut. Kemudian, ada batch kedua di bulan ini kita lagi proses usulan, harapannya selain tujuh tadi ada tambahan lagi supaya bisa lebih banyak," ujarnya.

Nurdhian mengaku, selalu berkomunikasi dengan ke­men­terian terkait supaya usulan yang diajukan diterima, bahkan di Januari kemarin Bupati Serang Ratu Rachma­tuzakiyah secara langsung sudah menghadap Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

"Kunjungan ke sana untuk menguatkan, supaya bisa berhasil programnya di Kabu­paten Serang, semoga saja bisa kita dapatkan program ini ya," ucapnya.

Disinggung soal kesiapan dari pembudidayanya, kata Nurdhian, sudah diadakan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) bagi pembu­didaya ikan, untuk mening­katkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menyambut program tersebut.

"Kita sudah melakukan pela­tihan dan bimtek ya, supaya kualitas para pembudidaya ikan ini bisa bagus dan mak­simal," tuturnya. (agm)

Kategori :