TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang, sudah mengusulkan tujuh desa ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), agar mendapatkan program budidaya tematik bioflok untuk nila dan lele.
Ketujuh desa yang diajukan yaitu Panyaungan Jaya, Kecamatan Ciomas; Curugagung, Baros, Tamansari, Kecamatan Baros; Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pabuaran; Desa Sindang Laya, Kecamatan Cinangka; dan Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa.
Diketahui, budidaya tematik bioflok adalah program dari KKP yang menggabungkan teknologi budidaya intensif ramah lingkungan atau bioflok, dengan tujuan sosial ekonomi seperti ketahanan pangan, gizi masyarakat di program MBG, dan penggerak ekonomi desa berbasis Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Sistem ini menggunakan mikroorganisme pengurai untuk mengubah limbah ikan menjadi nutrisi, menghemat air dan lahan, serta fokus pada ikan lele atau nila.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya pada Diskan Kabupaten Serang Nurdhian Pramuaji mengatakan, KKP memiliki program budidaya tematik bioflok dan pihaknya sudah mengusulkan tujuh desa supaya mendapatkan program tersebut.
Budidaya ini khusus untuk lele dan nila, apabila disetujui bentuk bantuannya berupa bioflok tiga modul, totalnya ada 24 kolam bulat diameter empat dibutuhkan lahan minimal 1.000 meter persegi.
"Ketujuh desa yang kami usulkan ini, insya Allah telah memenuhi persyaratannya salah satunya dibutuhkan lahan minimal 1.000 meter persegi. Program ini khusus budidaya lele dan nila, nanti dapat bantuannya tiga modul, totalnya ada 24 kolam bulat diameter empat," katanya, Minggu (19/4).
Nurdhian mengatakan, budidaya tematik bioflok ini diperuntukkan bagi KDMP untuk swasembada pangan nasional melalui ikan, dan mendukung program MBG.
Sehingga nanti ikan hasil dari budidaya tematik bioflok ini akan dikerjasamakan dengan penerima manfaat yaitu dapur SPPG dan KDMP yang ada disekitar desa tersebut.
"Mudah-mudahan sih bisa di ACC ya, karena sudah diverifikasi juga yang tujuh desa tersebut. Kemudian, ada batch kedua di bulan ini kita lagi proses usulan, harapannya selain tujuh tadi ada tambahan lagi supaya bisa lebih banyak," ujarnya.
Nurdhian mengaku, selalu berkomunikasi dengan kementerian terkait supaya usulan yang diajukan diterima, bahkan di Januari kemarin Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah secara langsung sudah menghadap Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.
"Kunjungan ke sana untuk menguatkan, supaya bisa berhasil programnya di Kabupaten Serang, semoga saja bisa kita dapatkan program ini ya," ucapnya.
Disinggung soal kesiapan dari pembudidayanya, kata Nurdhian, sudah diadakan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) bagi pembudidaya ikan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menyambut program tersebut.
"Kita sudah melakukan pelatihan dan bimtek ya, supaya kualitas para pembudidaya ikan ini bisa bagus dan maksimal," tuturnya. (agm)