TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten menyelesaikan proyek normalisasi Situ Gelam di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Kendati begitu, warga di sekitar Situ Gelam meminta tanggul tanah ditinggikan lagi.
Kegiatan yang krusial bagi pengendalian banjir di wilayah sekitar ini dilaporkan berjalan sesuai jadwal. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek ini mulai dikerjakan sejak Maret 2026 dan rampung tepat waktu sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi.
Meskipun menyambut baik langkah normalisasi tersebut, warga di sekitar Situ Gelam tetap memberikan catatan penting terkait keamanan wilayah mereka dari ancaman banjir.
Lukman Hakim, salah seorang warga setempat, mengungkapkan harapannya agar pemerintah tidak hanya berhenti pada pengerjaan pengerukan lumpur (normalisasi), tetapi juga melakukan penguatan infrastruktur fisik pada pembatas air.
”Kami berharap tanggul tanah di Situ Gelam dapat ditinggikan lagi, lalu diturap minimal 1 meter dari tinggi tanggul yang ada sekarang,” ujar Lukman dikutip, Rabu (8/4).
Permintaan warga ini bukan tanpa alasan. Menurut Lukman, saat intensitas hujan tinggi, air dari Situ Gelam kerap meluap dan menggenangi permukiman warga di Perumahan Permata Tangerang.
Salah satu titik yang paling terdampak adalah Blok DB RW 20. Kenaikan debit air yang melebihi kapasitas tanggul saat ini dinilai menjadi pemicu utama banjir di wilayah tersebut.
Peninggian dan penurapan tanggul dianggap sebagai solusi permanen agar air tidak lagi merembes atau meluap ke rumah-rumah warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap aspirasi mengenai peninggian tanggul ini dapat segera dikaji dan direalisasikan oleh pemerintah daerah sebagai kelanjutan dari program penataan Situ Gelam guna menjamin ketenangan warga saat musim penghujan tiba. (zky)