Stok Beras Aman Hingga Empat Bulan ke Depan

Rabu 08-04-2026,21:57 WIB
Reporter : Abdul Aziz Muslim
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Perum Bu­log Sub Divisi Regional (Divre) Tangerang memastikan ke­ta­hanan stok beras untuk wilayah Tangerang dalam kondisi aman. Saat ini, ter­sedia sebanyak 52.600 ton beras yang tersimpan di dua gudang utama, yakni Gudang Sangiang, Kota Tangerang dan Gudang Cikande, Kabu­paten Serang.

Wakil Pimpinan Cabang Bu­log Sub Divre Tangerang, Irfan Fauzi, mengatakan, stok beras yang ada di gudang mampu mencukupi kebu­tuhan pangan masyarakat di Kota Tangerang, Kota Ta­ngerang Selatan, dan Kabu­paten Tangerang hingga em­pat bulan ke depan.

Estimasi ketahanan stok ini dihitung berdasarkan alo­kasi rutin untuk program Bantuan Pangan dan penya­luran Beras Stabilisasi Paso­kan dan Harga Pangan (SP­HP).

”Stok beras yang ada saat ini sebanyak 52.600 ton. Jadi ketahanan stok kita aman untuk sekitar empat bulan ke depan,” kata Irfan saat ditemui, Rabu, 8 April 2026.

Menurutnya, berdasarkan perhitungan kebutuhan ban­tuan pangan, ketersediaan stok beras tersebut untuk di­distribusikan kepada  530.338 jiwa penerima man­faat dan kebutuhan SPHP.

Meski cadangan beras di gudang masih melimpah, kata  irfan, Bulog terus mela­kukan pengadaan secara aktif melalui penyerapan hasil pa­nen petani lokal. 

”Penyerapan kami fokuskan pada wilayah lumbung padi di Kabupaten Tangerang, se­perti Gunung Kaler, Kronjo, dan Mauk,” ujarnya.

Ia menyampaikan, hingga saat ini, Bulog mampu me­nyerap sekitar 500 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hari, atau setara dengan 250 ton beras. Langkah ini dilakukan untuk menjaga harga di ting­kat petani sekaligus memper­kuat cadangan pangan nasio­nal.

”Pengadaan lokal dari Kabu­paten Tangerang ini kualitas­nya cukup bagus, cenderung pulen, dan sudah sesuai stan­dar pemerintah,” ungkap Irfan.

Dia memastikan, beras yang diserap dari petani telah me­lewati uji kualitas yang ketat sebelum masuk ke gudang. Adapun standar yang dite­tapkan meliputi kadar air maksimal 14 persen, untuk menir maksimal 2 persen dan butir patah (broken) mak­simal 25 persen.

”Selain kita fokus untuk wilayah Tangerang Raya, ca­dangan beras di Sub Divre Tangerang juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya sebagai penyangga pangan di wilayah barat Indonesia jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya. (ziz)

 

Kategori :