Awal Tahun Kasus Campak Melonjak

Selasa 07-04-2026,22:23 WIB
Reporter : Asep Sunarya/Agung Gumelar
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Kasus campak mengalami lonjakan di awal tahun 2026. Seperti yang terjadi di Kabupaten Tangerang, khususnya yang ditangani oleh RSUD Tigaraksa dan penderita di dominasi balita.

Direktur RSUD Tigaraksa dr. Muhammad Faridzi Fikri mengatakan, lonjakan pasien terpapar virus Campak terjadi sejak awal tahun 2026. Ia menyebutkan, antrean pasien hingga membludak di ruang instalasi gawat darurat (IGD).  

"Untuk ruang rawat alhamdulillah dapat diakomodir semua walau kadang-kadang agak terlalu lama di IGD karena mengantri masuk ruangan," katanya, Selasa (7/4).

Ia menyebutkan, pasien yang di rawat di RSUD Tigaraksa terpapar campak pada Januari mencapai 111 orang. Lalu, jumlah ini melonjak pada Februari yang mencapai 144 orang. Hingga Maret jumlah pasien terpapar campak tetap tinggi mencapai 127 orang.

"Rata-rata usia balita yang terpapar virus campak. Penyebab karena virus peningkatan kasus dimungkinkan akibat status imunisasi yang tidak lengkap. Kami minta agar orang tua melakukan imunisasi pada bayi nya secara lengkap," jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, kasus campak mencapai ratusan dari awal Januari hingga Maret. Laporan ini dari paparan virus campak dari 44 puskesmas hingga rumah sakit.

"Ada 137 kasus. Ini jumlah semua kasus di kabupaten termasuk rumah sakit. Kalau di RSUD bisa banyak karena pasiennya kan bukan hanya dari Kabupaten Tangerang, ada yang dari serang dan Lebak serta Kota tangerang," katanya.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Serang. Dinkes Kabupaten Serang, mencatat mulai dari Januari hingga Maret 2026 terdapat 500 kasus suspek campak yang ditemukan di Kabupaten Serang. Dari ratusan kasus tersebut hanya ada 10 orang, dinyatakan positif campak hasil dari pemeriksaan laboratorium, dengan pengambilan spesimen berupa darah dan urin diperiksa di laboratorium rujukan di Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengatakan, telah ditemukan sekitar 500 kasus suspek campak dan langsung diambil darah serta urin untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium rujukan di Jakarta. Hasil dari pemeriksaan laboratorium telah keluar, yang ternyata ada sekitar 10 orang dinyatakan positif campak, dan kini sedang dilakukan perawatan di rumah sakit.

"Setiap kita temukan kasus suspek campak langsung ditindaklanjuti dengan pengambilan spesimen berupa darah dan urin, kita kirimkan ke laboratorium rujukan di Jakarta. Hasilnya sudah keluar, ada 10 orang dinyatakan positif campak kini sedang dirawat di rumah sakit," katanya, Selasa (7/4).

Istianah mengatakan, kategori suspek campak diberikan kepada individu yang mengalami demam disertai gejala batuk, pilek, atau mata merah. Kasus suspek tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Serang, mengalami peningkatan yang salah satu faktor utamanya yaitu rendahnya cakupan imunisasi, terutama akibat dampak pandemi Covid-19.

"Peningkatan kasus suspek campak tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Serang, namun di kabupaten kota lain di Banten juga bahkan secara nasional ikut meningkat. Ketika Covid-19 kemarin, banyak Posyandu yang tidak beroperasi sehingga layanan imunisasi terganggu," ujarnya.

Dikatakan Istianah, banyaknya Posyandu yang tidak beroperasi ketika masa pandemi Covid-19, mengakibatkan cakupan imunisasi menurun dan dampaknya baru bisa dirasakan sekarang. Karena apabila cakupan imunisasi tidak mencapai target kekebalan kelompok atau herd immunity, maka potensi terjadinya lonjakan kasus penyakit menular seperti campak akan semakin besar.

"Salah satu penyebab meningkatnya suspek campak ini ya karena tidak maksimal cakupan imunisasinya, jadi baru dapat dirasakan sekarang ini," ucapnya.

Kata Istianah, dalam upaya penanganannya saat ini Dinkes Kabupaten Serang, mengandalkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) supaya lebih cepat. Sehingga setiap laporan kasus suspek campak yang masuk, akan langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.

"Begitu ada laporan, baik dari puskesmas, klinik, rumah sakit, atau sumber lainnya, tim kami langsung turun untuk memastikan penanganan kasus dan melakukan pelacakan di lingkungan sekitar pasien," tuturnya.

Istianah mengatakan, tim juga kini melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah penderita, untuk mendeteksi kemungkinan adanya kasus serupa di sekitar lokasi."Kami mengimbau seluruh masyarakat, untuk segera melengkapi imunisasi anaknya guna mencegah penyebaran campak yang lebih luas," katanya. (sep-agm)

Kategori :