Ribuan Balita Sindang Jaya Terjangkit ISPA
Puskesmas Sindang Jaya Kabupaten Tangerang melakukan penyuluhan kepada warga tentang penyakit ISPA.--
TANGERANGEKSPRES.ID, SINDANG JAYA — Polusi udara akibat pembakaran sampah di Kecamatan Sindang Jaya jadi biang kerok tingginya penyakit pernapasan. Penderita usia balita paling banyak terjangkit penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Tangerang.
Laporan Puskesmas Sindang Jaya setiap bulannya hingga April ratusan anak usia di bawah 5 tahun menderita pernapasan. Penyebabnya, pembakaran sampah yang kerap dilaporkan warga lewat media sosial.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, total Kasus ISPA pada Balita rentang nol tahun sampai 5 tahun ribuan. "Januari ada 10.447 Balita, pada Februari ada 10.878 Balita dan Maret ada 7.916 balita terjangkit ISPA. Jumlah ini semua fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit. Penyebabnya banyak," katanya, Senin (11/5).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Puskesmas Sindang Jaya Kabupaten Tangerang dr. Prastya Hastuti mengatakan, hampir setengah kunjungan penderita ISPA karena batuk, pilek dan radang tenggorokan.
"Jumlah penderita ISPA sejak Januari sampai dengan Maret sebanyak 2.908 orang," katanya.
Lanjut Hastuti, penderita ISPA masuk 10 penyakit terbanyak yang berobat di Puskesmas Sindang Jaya. Jumlahnya mencapai 46 persen dari keseluruhan 10 analisa kinerja penyakit sejak Januari hingga Maret.
"ISPA ini mendominasi 4 dari 10 kasus penyakit terkait saluran pernapasan atas. Kami mengimbau agar warga menggunakan masker saat keluar rumah dan pola hidup bersih dan sehat," katanya.
Bila berdasarkan usia, pada laporan Puskesmas Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang diketahui pada Januari rentang usia nol samai 5 tanun ada 452 balita derita ISPA. Lalu pada usia 5 tahun sampai 9 tahun ada 163 anak. Tak tanggung-tanggung, rentang usia 10 tahun sampai 18 tahun pun ada 109 remaja terjangkit ISPA. Bahkan, masih di Januari, tentang usia 19 tahun sampai 59 tahun ada 67 orang dan di atas usia 60 tahun pun ada 40 orang terjangkit ISPA.
Masih dalam laporan puskesmas, pada Februari kasus ISPA makin meradang di usia nol sampai 5 tahun ada 416 balita terjangkit. Lalu, rentang usia 5 tahun sampai 9 tahun terjangkit 152 anak. Kemudian di rentang usia 10 sampai 18 tahun ada 97 remaja terjangkit ISPA. Kemudian, rentang usia 19 sampai 59 tahun ada 103 orang dan di atas usia 60 tahun ada 85 lansia terjangkit ISPA.
Dalam laporan Puskesmas Sindang Jaya, jumlah anak terjangkit ISPA makin naik pada Maret, ada 430 balita rentang usia nol sampai 5 tahun. Lalu, rentang usia 5 tahun sampai 9 tahun ada 145 anak. Lalu di rentang usia 10 sampai 18 tahun ada 92 remaja terjangkit ISPA. Kemudian, rentang usia 19 tahun sampai 59 tahun ada 45 orang dan usia di atas 60 tahun ada 17 orang.
Laporan April tercatat, usia nol tahun sampai 5 tahun ada 449 balita terjangkit ISPA. Jumlah ratusan juga masih ada di rentang usia 5 tahun sampai 9 tahun sebanyak 140 anak. Usia rentang 10 tahun sampai 18 tahun ada 98 remaja terjangkit ISPA. Rentang usia 19 tahun sampai 59 tahun ada 54 orang dan di atas 60 tahun ada 75 lansia terjangkit.
Hastuti menyebutkan, pada Januari total pasien ISPA ada 1.196 orang. Kemudian di Februari total ada 1.032 pasien, pada Maret ada 835 pasien dan di April ada 1.066 pasien ISPA.
"Penyebab ISPA itu berbagai faktor, ada pembakaran sampah, status gizi tidak sesuai, imun lemah, pneumonia dan lainnya. Langkah yang dilakukan untuk pencegahan yakni, penyuluhan, kerjasama lintas program sektor dengan desa dan kecamatan. Kami juga deteksi dini dan penanganan cepat kasus ISPA. Kami juga kunjungan rumah dan pemantauan wilayah serta meningkatkan cakupan imunisasi dan pelayanan kesehatan," jelasnya. (sep)
Sumber:
