TANGERANGEKSPRES.ID, KARAWACI — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang telah mengusulkan penggantian pompa pengendali banjir di wilayah Cimone Jaya, Karawaci yang hilang digondol maling. Usulan penggantian ini karena, fungsi alat tersebut dinilai vital untuk mengendalikan banjir.
Sebelumnya diberitakan, mesin pompa diesel berkapasitas 23 PK dengan berat sekitar 150 kilogram itu selama ini menjadi andalan warga untuk mengatasi genangan, khususnya di wilayah RT 02 RW 08, Cimone Jaya, Karawaci.
Diketahui, petugas Operasional dan Pemeliharaan PUPR Kota Tangerang, Doni menyebut, berdasarkan pengecekan terakhir pada 16 Maret 2026, pompa tersebut masih dalam kondisi aman. ”Setelah ada laporan, kami cek ke lokasi dan memang mesin diesel sudah tidak ada,” jelasnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengatakan, komponen yang hilang merupakan bagian dari aset milik Pemkot Tangerang yang pengadaannya melalui APBD. Nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp37 juta.
Ia menegaskan, kasus kehilangan mesin pengendali banjir tersebut sudah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota karena termasuk kehilangan barang milik negara.
”Karena itu aset pemerintah daerah yang dianggarkan melalui APBD, kami sudah melaporkannya ke Polres Metro Tangerang Kota,” kata Taufik.
Taufik menjelaskan, pompa pengendali banjir terdiri dari unit pompa dan mesin penggerak. Kehilangan terjadi pada bagian mesin yang menyebabkan fungsi pompa tidak optimal.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada kehilangan di lokasi lain. PUPR juga akan mengusulkan pengadaan pompa pengganti melalui APBD perubahan maupun anggaran murni. ”Kami sudah usulkan penggantian agar penanganan banjir tetap berjalan,” pungkasnya. (din)