Perputaran Ekonomi Pasar Jedogan Tembus Rp3 Miliar

Rabu 25-03-2026,20:40 WIB
Reporter : Aldi Alpian Indra
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pelaksanaan Pa­sar Jedogan yang digelar Pe­merintah Kota (Pemkot) Se­rang mencatat perputaran eko­nomi yang signifikan. Se­la­ma empat hari kegiatan berlangsung, nilai transaksi diperkirakan mencapai ham­pir Rp3 miliar.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Per­daga­ngan (Dinkop­UKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya antu­siasme masyarakat sekaligus besarnya aktivitas ekonomi yang terjadi selama kegiatan.

“Berdasarkan catatan kami dari para pedagang, perpu­taran ekonomi selama empat hari tersebut mencapai kurang lebih hampir Rp3 miliar. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujar Wahyu, Rabu (25/3).

Ia menjelaskan, Pasar Jedo­gan tahun ini melibatkan ratusan pedagang, baik dari sektor kuliner maupun fesyen. Jumlah pedagang yang terlibat mencapai lebih dari 180 stan, ditambah sekitar 50 pedagang emperan yang turut mera­maikan kawasan Pasar Lama.

Menurut Wahyu, keberha­silan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga partisipasi masyarakat. 

“Kepada seluruh masyarakat dan instansi terkait yang telah menyukseskan pelaksanaan Pasar Jedogan. Termasuk tim DinkopUKMperindag yang telah bekerja keras tanpa me­nge­nal waktu libur untuk me­layani masyarakat, khusus­nya para pelaku UMKM,” katanya.

Ia juga menyampaikan ap­resiasi kepada Wali Kota Se­rang, Budi Rustandi, atas du­kungan dan kepercayaan yang diberikan dalam pe­nyelengg­araan kegiatan ter­sebut.

Wahyu berharap, keberha­silan pelaksanaan Pasar Je­dogan dapat terus men­dorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Serang. 

“Kami mohon doa agar ke de­pan Kota Serang semakin suk­­ses dan berkembang,” katanya. 

Sementara itu, Wali Kota Se­rang Budi Rustandi mene­gaskan bahwa keterlibatan pemerintah dalam Pasar Jedogan merupakan langkah penataan agar kegiatan terse­but lebih tertib dan terarah. Menurutnya, untuk pertama kalinya pemerintah mengam­bil peran langsung dalam me­nge­lola pasar yang sebe­lumnya cenderung berjalan tanpa pengawasan.

Ia menyebut, penataan ini dilakukan agar Pasar Jedogan tidak sekadar menjadi ajang jual beli musiman, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku UMKM lokal.

“Sekarang kita tata dan kelola dengan baik, sehingga tidak lagi berjalan tanpa kendali. Harapannya, Pasar Jedogan bisa benar-benar memberi dampak positif bagi para pelaku UMKM di Kota Serang,” ujarnya. (ald)

Kategori :