TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Caringin I, Kecamatan, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan bagi para siswa perempuan dengan mengangkat tema adab kepada guru dan orang tua. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter dan budi pekerti sejak dini kepada para siswi.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa perempuan dari berbagai tingkatan kelas itu berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana penuh antusias. Para siswi diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghormati dan berperilaku sopan kepada guru di sekolah serta kepada orang tua di rumah.
Kepala SDN Caringin I Ani Susanti mengatakan, kegiatan siswa tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus terus ditanamkan kepada siswa, khususnya kepada siswi perempuan sebagai calon generasi penerus bangsa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswi bahwa adab kepada guru dan orang tua adalah hal yang sangat penting. Ilmu yang didapatkan di sekolah tidak akan berarti jika tidak diiringi dengan sikap hormat dan sopan santun kepada guru maupun orang tua,” ujar Ani Susanti kepada Tangerang Ekspres, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut para siswi diberikan materi dan pembinaan mengenai bagaimana cara bersikap kepada guru, mulai dari berbicara dengan sopan, mendengarkan ketika guru menjelaskan pelajaran, hingga menunjukkan rasa hormat saat berada di lingkungan sekolah.
”Adab kepada guru dan orang tua merupakan dasar penting dalam membentuk pribadi siswa agar memiliki sikap santun, menghargai orang lain, serta memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.
Ani menambahkan, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari keluarga agar pembentukan sikap dan perilaku siswa dapat berjalan dengan baik.
“Sekolah berupaya memberikan pembinaan dan pemahaman kepada siswa, tetapi tentu saja peran orang tua di rumah juga sangat penting. Jika nilai-nilai adab ini terus ditanamkan baik di sekolah maupun di rumah, maka karakter siswa akan terbentuk dengan baik,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan kewanitaan tersebut para siswi dapat lebih memahami pentingnya menjaga sikap, perilaku, dan etika dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa memberikan dampak positif bagi para siswi. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, menghormati guru, menyayangi orang tua, dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan pembinaan karakter seperti ini akan terus dilakukan secara berkala agar nilai-nilai moral dan adab dapat terus tertanam dalam diri para siswa sejak usia dini. “Kami ingin siswa tidak hanya fokus pada pelajaran, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karena pada akhirnya pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan,” tutupnya.(ran)