“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan stok yang tersedia, karena setiap tenant jumlah dan jenis produknya berbeda,” jelas Bachtiar.
Pemerintah juga akan melakukan evaluasi agar distribusi dan ketersediaan barang ke depan semakin tepat sasaran sehingga masyarakat yang datang benar-benar dapat memperoleh kebutuhan yang diinginkan.
Di lokasi yang sama, Camat Pondok Aren Hendra mengatakan antusiasme masyarakat terhadap bazar murah tersebut cukup tinggi. Tidak hanya warga sekitar lokasi kegiatan, tetapi juga warga dari wilayah lain turut hadir untuk berbelanja.
“Memang setiap tahun seperti ini. Antusiasme masyarakat selalu tinggi, apalagi menjelang Lebaran. Seribuan warga meramaikan bazar ramadan ini,” ujarnya.
Hendra menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau masih sangat dibutuhkan masyarakat. “Semoga bazar ini dapat meringankan beban masyarakat dan terutama jelang lebaran ini,” tutupnya.
Dalam bazar tersebut berbagai paket sembako dijual oleh organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pihak swasta dengan harga mulai Rp50 ribu hingga Rp82 ribu per paket.
Selain itu, sejumlah produk juga dijual dengan harga promo, seperti wafer 240 gram Rp20.900 per kaleng, minyak goreng 1,5 liter Rp31.900, serta telur yang dijual oleh Dharma Wanita Persatuan Disperindag seharga Rp20 ribu per 15 butir. (bud)