diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Bazar Ramadan di Kecamatan Pondok Aren Diserbu Masyarakat

Bazar Ramadan di Kecamatan Pondok Aren Diserbu Masyarakat

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (tengah) melayani warga yang membeli minyak goreng saat bazar ramadan di Kecamatan Pondok Aren. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, PONDOK AREN — Bazar sembako murah yang digelar di halaman Kantor Keca­ma­tan Pondok Aren diserbu war­ga, Rabu, 5 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Ramadan ini disambut antusias masyarakat yang ingin mendapatkan kebu­tuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Bazar tersebut dibuka lang­sung oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, didam­pingi Plt Kepala Dinas Per­industrian dan Perdagangan Bachtiar Priyambodo, Camat Pondok Aren Hendra, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Pemkot Tangsel berkolaborasi de­ngan berbagai pelaku usa­ha yang menyediakan ber­bagai komoditas dengan har­ga promo. Ramadan tahun ini, Pemkot Tangsel meng­gelar bazar murah secara serentak di tujuh kecamatan pada 5 Maret 2026.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, bazar tersebut sengaja diadakan menjelang Hari Raya Idulfitri guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

“Komoditas yang dijual me­liputi beras, telur, sayuran, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. Untuk meng­hadapi Lebaran kebutuhan masyarakat tentu meningkat. Di sini harganya sekitar 20 persen di bawah harga pasar, sehingga banyak peminat,” ujar Benyamin kepada war­tawan seusai bazar, Kamis (5/2).

Pria yang akrab disapa Pak Ben itu menjelaskan, harga murah tersebut bukan berasal dari subsidi pemerintah, me­lainkan hasil kerja sama dengan para tenant atau pen­jual yang diminta mem­berikan harga promo.

“Bukan subsidi, tapi kami minta para tenant menjual dengan harga promo di ba­wah pasaran,” tambahnya.

Dalam setiap pelaksanaan bazar, sedikitnya terdapat 15 tenant yang menjual ber­bagai kebutuhan pokok. Se­lain bahan pangan, kegia­tan ini juga diramaikan oleh berbagai unsur masyarakat seperti Dharma Wanita, PKK, hingga komunitas lainnya.

Tak hanya bazar, kegiatan tersebut juga menghadirkan layanan publik seperti pe­meriksaan kesehatan dari puskesmas setempat serta layanan pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Benyamin, bazar murah ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga sta­bili­tas harga serta menekan po­tensi inflasi menjelang Le­baran.

“Kalau nanti menjelang Lebaran ada kenaikan harga yang signifikan, kemungkinan akan kami selenggarakan kembali,” katanya.

Di beberapa lokasi, pem­belian dilakukan meng­guna­kan kupon karena keter­bata­san jumlah paket. ”Namun di lokasi lain masyarakat da­pat langsung berbelanja tanpa menggunakan kupon,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Per­dagangan Kota Tangsel Bachtiar Priyambodo menga­takan, jumlah tenant di setiap kecamatan berbeda-beda. Lokasi dengan partisipasi terbanyak mencapai 46 te­nant, sementara yang paling sedikit berada di Kecamatan Setu dengan sekitar 17 tenant.

“Sejak rapat persiapan, kami mem­bebaskan para mitra untuk memilih lokasi. Mereka bisa ikut di pusat atau di ke­camatan tertentu sesuai ke­siapan masing-masing,” ujar­nya.

Dari pantauan di lapangan, komoditas yang paling dimi­nati masyarakat adalah mi­nyak goreng dan telur. Kedua bahan pokok tersebut men­jadi produk yang paling ba­nyak dicari. “Memang minyak dan telur yang jadi idola. Itu kebutuhan pokok yang paling dicari,” tambahnya.

Sumber: