Pergerakan Pemudik di Kota Tangerang Diprediksi Capai 1,9 Juta Orang

Rabu 04-03-2026,21:52 WIB
Reporter : Abdul Aziz Muslim
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemkot Ta­nge­rang melalui Dinas perhu­bungan mulai mematangkan persiapan menjelang musim mudik Lebaran 2026. Berda­sarkan hasil survei terbaru, diperkirakan sebanyak 1,92 juta masyarakat akan mela­kukan pergerakan di wilayah Kota Tangerang selama masa mudik tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Ach­mad Suhaely mengungkapkan, pihaknya telah menyusun ti­me­line kerja selama 18 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. 

Selama periode tersebut, Dis­hub akan mendirikan se­jum­lah posko mudik lebaran yang tersebar di titik-titik stra­tegis.

”Kami mengerahkan 200 per­sonel yang akan disebar di berbagai titik hasil koordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan. Selain itu, satu regu khusus juga disiagakan untuk mena­ngani kondisi darurat,” ujar Suhaely saat diwawancarai usai rapat koordinasi, di ruang Akhlakul Karimah, Rabu, 4 Maret 2026.

Mengingat posisi Kota Tange­rang sebagai daerah lintasan utama, kata Suhaely, Dishub juga telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas dengan memasang rambu-rambu por­tabel agar pemudik tidak me­ngalami kendala saat melintas.

Dia mengatakan, untuk men­ja­min keselamatan penumpang di musim mudik lebaran ini, Dishub akan memperketat pe­ngawasan armada angkutan umum melalui ramp check atau inspeksi keselamatan. Peme­riksaan ini dijadwalkan mulai intensif pada H-7 Le­baran, me­nyasar Terminal Poris Plawad serta berbagai Pool Bus (PO) di wilayah Kota Ta­ngerang.

”Petugas akan memeriksa kelengkapan administrasi hing­ga teknis kendaraan secara men­dalam. Kami ingin memas­tikan kendaraan yang berope­rasi benar-benar laik jalan,” tegas Suhaely.

Tak hanya armada, faktor manusia juga menjadi fokus utama. Pemkot Tangerang me­lalui sinergi antara Dinas Ke­sehatan, BNN Kota Tangerang, dan Kesbangpol akan meng­gelar cek kesehatan tes urine bagi awak bus.

”Tes urine untuk memastikan pengemudi bebas dari penya­lahgunaan zat terlarang,” kata Suhaely.

Menurutnya, langkah ini di­ambil guna memastikan kondisi fisik dan mental para sopir te­tap prima, sehingga resiko kecelakaan akibat faktor kela­laian manusia dapat dimini­malisir. (ziz)

Kategori :