TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemprov Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) berencana membangun 1.200 titik jalan lingkungan melalui program Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU). Jalan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Kepala DPRKP Provinsi Banten, Rachmat Rogianto, mengatakan berdasarkan hasil verifikasi terdapat 1.200 titik jalan yang mendapatkan program PSU. Adapun pembangunan jalan lingkungan menggunakan konstruksi paving block sepanjang 500 meter.
"Mudah-mudahan setelah Lebaran, dan bisa kita laksanakan pengadaan konstruksinya," katanya, Rabu 4/3).
Lebih lanjut, Pemprov Banten telah membangun total 407 kilometer jalan lingkungan pada anggaran tahun 2025. Program tersebut akan berlanjut agar masyarakat mendapatkan layanan dasar yang harusnya diterima.
Meski begitu, Rachmat juga meminta masyarakat dapat menjaga dan memelihara jalan lingkungan yang telah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan. Ia juga mengingatkan adanya instruksi untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.
"Gunakan jalan lingkungan itu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, jangan sampai jalan sudah dibangun itu terbengkalai agar dipelihara," ujarnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Gubernur Banten Andra Soni meninjau pembangunan jalan lingkungan di Kampung Kopi Bera, Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, belum lama ini. Peninjauan tersebut memastikan program PSU Pemprov Banten berjalan tepat sasaran.
"Alhamdulillah, bersama Bupati Serang meninjau jalan lingkungan yang merupakan program PSU pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten yang bersumber dari APBD Banten tahun anggaran 2025," katanya.
Ia menjelaskan, jalan lingkungan di Kampung Kopi Bera sendiri dibangun atas usulan masyarakat pada 2024 dan direalisasikan pada tahun anggaran 2025. Adapun total 407 kilometer jalan lingkungan yang dibangun oleh Pemprov Banten pada anggaran tahun 2025.
"Salah satunya 500 meternya ada di desa ini," tuturnya.,
Kepala Desa Cinangka, Nana Supriatna menyampaikan, program pembangunan jalan lingkungan paving block sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut sangat membantu masyarakat.
Ia berharap, masyarakat Kampung Kopi Bera dapat menjaga dan memelihara jalan lingkungan agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
"Mengingat sebelumnya jalan lingkungan tanah merah, musim hujan licin, becek, dan menyulitkan masyarakat yang akan membawa hasil kebunnya ke jalan raya," paparnya. (mam)