TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan (Disnakeswan) Lebak melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap peredaran daging beku yang dijual di sejumlah kios pedagang.
Feby Herdian, Kepala Disnakeswan Lebak mengatakan, pengawasan dan pemeriksaan peredaran daging untuk konsumsi ini merupakan wujud nyata perlindungan pemerintah terhadap kesehatan dan ketenteraman masyarakat selama bulan suci Ramadan.
"Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak ingin memastikan setiap produk yang beredar layak dikonsumsi masyarakat, apalagi di bulan Ramadan ini permintaan pasti tinggi," kata Feby, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Kamis (26/2).
Lanjut dia, pengawasan kali ini, tim Disnakeswan melalui Bidang Keswan Kesmavet memeriksa penjual daging di Pasar Sampay, Warunggunung dan beberapa kios di wilayah Rangkasbitung yang menjual daging beku.
"Iya di momen Ramadan ini, kita komitmen untuk menghadirkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal melalui kegiatan pengawasan rutin," ujarnya.
Dikatakan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari uji organoleptik untuk menilai kesegaran dan kualitas produk, hingga verifikasi dokumen asal produk hewan sebagai jaminan ketelusuran.
"Dari hasil pengawasan, tidak ditemukan adanya penyimpangan mutu, dan ini kabar baik dan menjadi wujud nyata perlindungan pemerintah terhadap kesehatan dan ketenteraman masyarakat selama bulan suci Ramadan," paparnya.
Kegiatan ini, kata dia, bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik, melindungi konsumen, serta memastikan kebutuhan pangan selama bulan suci terpenuhi dengan kualitas terbaik.
"Mari sambut Ramadan dengan rasa aman dan tenang, karena setiap proses diawasi, setiap kualitas dijaga, demi kebaikan bersama," ucapnya.
Andri, penjual daging beku di Warunggunung mengaku, dia mendapatkan pasokan daging beku langsung dari bulog.
"Alhamdulillah, daging beku yang selama ini kami jual tidak pernah ada masalah, karena saya ngambilnya dari bulog," tuturnya. (fad)