115 Rumah Bencana Tanah Bergerak Belum Tertangani

Selasa 24-02-2026,21:40 WIB
Reporter : Ahmad Fadilah
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengaku sebanyak 115 rumah warga terdampak bencana tanah bergerak yang mengakibatkan rumah rusak berat, hingga saat ini belum dapat penanganan yang maksimal. 

Kepala BPBD Lebak Sukanta mengatakan, 115 rumah terdampak tersebut tersebar di empat kecamatan, diantaranya Kecamatan Cikulur  tiga rumah, Kecamatan Cilograng 25 rumah dan satu bangunan masjid, Kecamatan Bayah 61 rumah dan Kecamatan Panggarangan sebanyak 25 rumah.  ”Data 115 rumah terdampak kita ambil mulai bulan November 2025 hingga Februari 2026,” kata Sukanta, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/2).

Menurutnya, hasil rekomendasi badan geologi ratusan rumah di empat wilayah tersebut harus di relokasi, mengingat kondisi struktur tanah yang labil dan berpotensi lagi. ”Ini yang jadi kendala kita, karena relokasi membutuhkan anggaran yang cukup besar dan Pemkab Lebak saat ini tidak mempunyai anggaran untuk itu, sehingga harus ada solusi,” ujarnya. 

Lanjutnya, kerusakan rumah warga akibat berbagai bencana dalam kurun waktu empat bulan ini dan sesuai yang dilaporkan ke BPBD sebanyak 260 rumah, mulai dari bencana tanah bergerak, Longsor, kebakaran dan rumah hancur tertimpa pohon. ”Rumah rumah terdapak tersebut harus segera ditangani, untuk itu, saya akan mengusulkan bantuan ke BNPB. Namun, terlebih dulu akan menggelar rapat koordinasi kebencanaan, agar apa yang akan di usulkan atau dilakuan hasil rakor bersama,” paparnya.

Sofjan, warga Cikulur yang rumahnya terdampak membenarkan, jika rumahnya yang rusak berat hingga saat ini belum bisa diperbaiki, karena tanah bergerak masih saja terjadi. ”Saat ini saya bersama istri dan anak terpaksa menumpang di rumah saudara, kami berharap pemerintah segera membantu, saya siap jika harus di relokasi ke tempat baru, asalkan dibangunkan,” ucapnya.(fad) 

Kategori :