Jembatan Putus, Lima Pelajar Jatuh ke Sungai
Sejumlah warga melihat jembatan gantung yang putus di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Kamis (22/1). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Jembatan gantung penghubung Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, dengan Desa Sinanghati, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten putus, diduga akibat konstruksi jembatan yang sudah rapuh dimakan usia.
Peristiwa yang terjadi Rabu (21/1) tersebut, mengakibatkan lima siswa SMP Negeri 3 Wanasalam yang sedang melintas diatasnya terjatuh ke sungai bersama tiga unit sepeda motor yang mereka kendarai saat hendak pulang sekolah. Sehingga, dua orang siswa mengalami luka-luka dan satu siswa lainnya dilarikan ke RSUD Malingping guna mendapatkan perawatan medis, karena mendapatkan luka yang serius akibat benturan benda keras.
Musa Weliansyah, Anggota DPRD Provinsi Banten yang juga warga Kecamatan Wanasalam mengatakan, jembatan gantung yang tidak layak tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat karena menghubungkan dua desa dari dua kecamatan berbeda.
Menurutnya, kondisi jembatan sudah lama memprihatinkan.
“Memang jembatan gantungnya sudah rapuh, sudah sekitar 10 tahun belum pernah diperbaiki. Padahal jembatan ini sangat vital, karena Kalau harus memutar, jarak tempuh sangat jauh,” kata Musa kepada wartawan, melalui sambungan telepon, Kemarin.
Ia menambahkan, usulan perbaikan jembatan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum pernah terealisasi, hingga akhirnya jembatan itu ambruk dan menimbulkan korban.
“Begitu mendapatkan laporan, saya langsung turun ke lokasi, dan langsung koordinasi dengan Pemkab Lebak dan Provinsi Banten, kita minta pemkab Lebak segera melakukan langkah kongkrit dan saya juga langsung minta Provinsi untuk membantu membangun kembali jembatan ini," paparnya.
Sementara, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pramata, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Para korban sudah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujar Febby.
Menurutnya, faktor penyebab ambruknya jembatan diduga karena usia bangunan yang sudah tua. Saat ini, petugas BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan asesmen awal.
“Anggota sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan asesmen. Dugaan sementara karena faktor usia jembatan,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Lebak, Dade Yan Apriandi menyatakan, dia teleh menerjunkan tim ke lokasi, hasil komunikasi dengan pemprov Banten, pembangunan kembali jembatan dilakukan oleh privinsi Banten.
"Tugas kita untuk segera membuat DED (Detail Engineering Design) mulai dari dokumen teknis super rinci berisi gambar kerja, spesifikasi, perhitungan struktur, dan anggaran biaya (RAB) yang menjadi acuan utama bagi pelaksana konstruksi agar proyek sesuai rencana, aman, dan tepat anggaran," ucap Dade.(fad)
Sumber:

