SDN Jambe II Tetap Laksanakan Salat Duha Selama Ramadan

Senin 23-02-2026,14:09 WIB
Reporter : Randy Yasetiawan
Editor : Sihara Pardede

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Memasuki bulan suci Ramadan, SDN Jambe II tetap konsisten menjalankan kegiatan Salat Duha berjamaah bagi seluruh siswa. Kegiatan tersebut dilaksa­nakan sebelum proses belajar mengajar dimulai.

Kegiatan Salat Duha berjamaah ini sebagai upaya membiasakan siswa dalam menjalankan ibadah sunah, khususnya di bulan yang penuh berkah. Dengan tetap di­lak­sanakannya Salat Duha berja­maah dan diperbanyaknya ke­giat­an keagamaan, SDN Jambe II ber­harap siswa dapat meman­faat­kan mo­mentum Ramadan un­tuk meningkatkan keimanan, sekaligus memperkuat karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SDN Jambe II Yuhnadi menegaskan, pembiasaan ibadah sejak dini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Karena siswa SD sangat penting dibentuk karakternya agar kedepan mempunyai karakter yang baik.

“Salat Duha berjamaah ini bukan hanya rutinitas, tetapi bagian dari pendidikan karakter. Kami ingin anak-anak terbiasa menjalankan salat sunah, apalagi di bulan Ra­madan yang pahalanya dilipat­gan­dakan,” ujar Yuhnadi kepada Tangerang Ekspres, Rabu (18/2).

Menurutnya, Ramadan merupa­kan momen yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pihak sekolah juga menambah porsi pembelajaran keagamaan dibandingkan pembelajaran umum selama bulan suci.

“Selama Ramadan, kami lebih banyak mengisi kegiatan dengan pembelajaran keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, hafalan surat pendek, serta pembiasaan doa-doa harian. Tujuannya agar sua­sana Ramadan benar-benar terasa di sekolah dan memberikan pe­ngalaman spiritual bagi siswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebiasaan salat duha berjamaah diharapkan tidak hanya dilakukan selama Ramadan, tetapi terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

“Kami ingin ini menjadi budaya sekolah. Anak-anak tidak hanya menjalankan karena diwajibkan, tetapi tumbuh kesadaran dari dalam diri mereka untuk ber­ibadah,” katanya.

Lebih lanjut, Yuhnadi menekan­kan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik semata, melainkan juga pembentukan akhlak dan keimanan siswa.

“Sekolah dasar adalah pondasi. Jika sejak kecil mereka sudah ter­biasa dengan ibadah dan nilai-nilai agama, insyaallah ke depan­nya mereka akan menjadi generasi yang berakhlak baik, disiplin, dan bertanggung jawab,” tutupnya.(ran)

Kategori :