150 Tukang Baja Ringan Diuji Sertifikasi

Kamis 12-02-2026,20:47 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

Pria yang biasa disapa Pak Ben ini menambahkan, kola­borasi tersebut melibatkan Balai Jasa Konstruksi, HAKI, serta Kadin Tangsel. “Se­ba­nyak 150 orang ini merupakan tahap awal. Mudah-mudahan nanti bisa kita tambah lagi sampai kuotanya lebih dari 200 peserta untuk tahun ini,” tambahbya.

Menurut Pak Ben, pola yang dibangun Pemkot Tangsel adalah pelatihan kemudian sertifikasi untuk meningkat­kan daya saing tenaga kerja. “Peserta pelatihan ini bukan tenaga kerja baru. Mereka adalah pekerja yang memang sudah bergelut di bidang kon­struksi, sehingga pelati­han ini sifatnya penguatan kompetensi dan peningkatan standar,” jelasnya.

Pak Ben berharap, output dari program ini adalah te­naga kerja yang memiliki sertifikat sehingga memiliki daya tawar lebih baik dan kualitas pembangunan se­makin terjamin. “Ke depan, pelatihan serupa juga bisa dikembangkan untuk bidang lain seperti beton, pasangan bata, dan bidang-bidang kon­s­truksi lainnya sesuai ke­butuhan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ke­pala Dinas SDABMBK Robby Cahyadi mengatakan, sertifi­kasi tenaga ahli maupun te­naga terampil saat ini sudah menjadi kewajiban dalam pelaksanaan proyek kons­truksi.

“Program ini juga dibantu oleh Balai Jalan dan Kemen­terian Pekerjaan Umum. Me­mang sekarang sertifikasi tenaga ahli maupun tenaga terampil itu sudah menjadi kewajiban dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi,” ujarnya.

Robby mengatakan, ke de­pan sertifikasi tidak hanya untuk satu bidang, tetapi se­luruh tenaga kerja kons­truksi. “Kedepan, tenaga te­rampil ini bukan hanya bidang atap atau jaringan saja. Tapi semuanya harus bersertifikat, mulai dari tu­kang batu, tukang besi, sam­pai pekerja umum,” tambah­nya.

Menurutnya, pelatihan di­la­kukan selama dua hari dan dilanjutkan dengan tes ser­tifikasi. “Pelatihannya dila­kukan selama dua hari dan nanti ada tes. Jadi setelah pelatihan, langsung di­lan­jutkan dengan sertifikasi,” jelasnya.

Robby menambahkan, bi­dang pemasangan baja ringan dan jaringan memiliki stan­dar teknis tersendiri yang harus dipahami pekerja. “Atap jaringan itu punya stan­dar teknis sendiri, ada SNI yang harus diikuti, ter­masuk cara pemasangan, jarak, dan spesifikasinya. Ka­lau pemasangannya tidak sesuai standar, terkena angin sedikit bisa rusak dan lepas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Priyono mengatakan, pelatihan ini merupakan ben­tuk apresiasi Kementerian PUPR atas prestasi Pemkot Tangsel dalam pembinaan jasa konstruksi.

“Tahun lalu Pemkot Tangsel memperoleh penghargaan juara dua pembinaan OPD di tingkat kabupaten/kota. Dari capaian tersebut, Ke­men­terian PUPR memberikan ap­resiasi berupa program pelatihan dan sertifikasi te­naga kerja konstruksi tingkat terampil,” ujarnya.

Priyono menambahkan, kuota pelatihan pada 2024 sebanyak 300 orang yang dilaksanakan dua tahap, ke­mudian berlanjut pada 2025 dengan kuota tambahan 200 orang.

“Alhamdulillah, di tahun 2025 Kota Tangsel kembali meraih penghargaan juara dua pembinaan jasa konst­ruksi. Sehingga kembali men­dapatkan apresiasi be­rupa pelatihan dan sertifikasi sebanyak 200 orang,” tam­bahnya.

Priyono menyebut, kegiatan kali ini difokuskan pada pe­masangan baja ringan karena sesuai kebutuhan lapangan. “Untuk kegiatan pelatihan dan sertifikasi kali ini fokus­nya adalah pada pemasangan baja ringan. Harapannya, hasil dari pelatihan ini benar-benar bisa diterapkan dalam pekerjaan konstruksi secara nyata,” jelasnya.

”Kegiatan ini menjadi ben­tuk sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian PUPR, dan stakeholder jasa kons­truksi dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja,” tutup­nya. (bud)

Kategori :

Terpopuler