TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa tren positif pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten harus memberikan dampak nyata yang dapat dinikmati langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Nasional bertajuk 'Menakar Daya Ungkit Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, Kesehatan, dan Inovasi (KEK ETKI) Banten sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru' di Marketing Office BSD City, Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/2).
Andra mengatakan, berdasarkan rilis BPS Provinsi Banten Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sepanjang tahun 2025 mencapai 5,37 persen. Meski begitu ia menekankan agar pertumbuhan itu berdampak bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, berdasarkan rilis BPS pada 5 Februari lalu, indikator pembangunan di Provinsi Banten menunjukkan tren positif. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) kita sepanjang tahun 2025 mencapai 5,37 persen. Selain itu, angka kemiskinan dan pengangguran mengalami penurunan, serta rasio Gini yang membaik," katanya.
Menurutnya, Program Strategis Nasional (PSN) KEK ETKI yang berlokasi di Tangerang harus menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan percepatan pembangunan di wilayah Provinsi Banten.
Andra berharap kehadiran KEK ETKI tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan jawaban konkret atas tantangan pembangunan di daerah.
"Melalui KEK ETKI ini, kita harus memastikan adanya dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pembangunan. Hasil seminar ini akan menjadi acuan strategis dalam pengambilan kebijakan perencanaan ekonomi Banten yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana mengatakan, ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen, tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,79 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 9,60 persen.
"Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen Total Net Ekspor mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,27 persen," katanya.
Ia menjelaskan, perekonomian Provinsi Banten tahun 2025 yang dihitung berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp936,20 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp74,67 juta atau US$4.532,45.
Lebih lanjut, ekonomi Provinsi Banten triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,64 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencatat pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 16,42 persen.
"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dimiliki oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 9,09 persen," ungkapnya.p
Ekonomi Provinsi Banten Triwulan IV-2025 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 2,22 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 27,76 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 40,41 persen.
Diketahui, Seminar yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten ini, juga merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.