Direktur SLI: Beri Kami Kesempatan Berusaha

Rabu 04-02-2026,22:13 WIB
Reporter : Sihara Pardede
Editor : Sihara Pardede

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Manajemen PT Sukses Logam Indonesia (SLI) meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk kembali mengecek kondisi pabrik yang diduga menimbulkan polusi. Pihak PT SLI menyatakan perusahaannya sudah melakukan sejumlah perbaikan dan memenuhi semua perizinan yang ditetapkan pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Direktur PT Sukses Logam Indonesia (SLI) Farid Abdurrahman terkait penutupan sementara oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid lewat surat bernomor 500.16.6.6/10401/X/DLHK/2025 tanggal 17 Oktober 2025.

Farid juga siap bila DLH Kabupaten Tangerang akan melakukan pengujian laboratorium ulang terkait baku mutu yang dihasilkan perusahaan ini.

Farid mengakui, sebelumnya pada tahun 2022 perusahaan memiliki kekurangan persyaratan yang membuat pabrik ini ditutup. Namun pada tahun 2024, seiring dengan pergantian pemilik, perusahaan sudah melakukan perbaikan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah melakukan uji laboratorium terhadap kebisingan, kebauan, dan pengujian udara ambien PT SLI.

Alhasil, Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan perusahaan ini dibolehkan untuk kembali beroperasi melalui surat nomor S.s.ab/PSLB3/PLB3/PLB.3/9/2024 perihal Surat Kelayakan Operasi di bidang pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan pemanfaatan limbah B3.

”Pada Agustus 2025 SLI kembali beroperasi. Sayangnya pada Oktober 2025, perusahaan didemo hingga muncul surat penutupan sementara dari bupati,” papar Farid.

Ironisnya, pada 20 Oktober 2025 juga, UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang mengeluarkan hasil laboratorium dari uji sampel PT SLI. Hasil laboratorium menunjukkan, dari uji bau ternyata sudah tidak bau, uji kebisingan masih dalam batas aman. Dari enam item uji udara hasil produksi seperti sulfur dioksida, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan oksidan fotokimia, semua dalam batas aman.

”Namun mikron partikelnya masih sedikit melewati, tapi apa benar sumbernya dari cerobong SLI, ini juga masih jadi pertanyaan. Pasalnya kawasan industri Oleg ini milik enam cerobong milik sejumlah perusahaan,” katanya.

Kendati demikian, manajemen SLI siap jika DLH Kabupaten Tangerang akan kembali melakukan pengujian.

Farid mengakui, setelah hampir empat bulan dilakukan penutupan sementara oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid lewat surat bernomor 500.16.6.6/10401/X/DLHK/2025 tanggal 17 Oktober 2025, kondisi perusahaannya tidak baik-baik saja. Namun katanya, yang lebih memprihatinkan adalah kondisi puluhan karyawan yang terpaksa tidak dapat bekerja lagi.

”Mereka datang ke sini dan minta diperkerjakan. Mereka mengaku bingung karena akan menghadapi Lebaran, sementara mereka tidak lagi punya sumber pendapatan,” kata Farid.

Farid berharap, bupati dapat melihat persoalan PT SLI dengan jernih dan memberikan kesempatan pihak perusahaan untuk dapat beraudiensi.

”Beri kami kesempatan untuk bekerja dan berusaha,” katanya.

Lelaki berperawakan tinggi ini menyatakan pihaknya sudah dua kali meminta audiensi dengan bupati, namun sampai saat ini belum ada balasan. Padahal, tambah Farid, pihak manajemen ingin menjelaskan kondisi perusahaan agar menjadi bahan keputusan bagi pemerintah daerah.

”Saya berharap pemda mendapat informasi berimbang. Kami sudah berusaha membuka komunikasi dan meminta waktu untuk beraudiensi dengan pemerintah daerah. Ini untuk menjelaskan kondisi yang ada,” katanya. (sdh)

Kategori :