TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menyebutkan, banjir yang telah melanda beberapa kecamatan menyebabkan banyak warga terserang gatal dan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Namun, sudah ditangani petugas kesehatan yang berada di posko pengungsian, dengan diberikan obat-obatan untuk bisa meredakan gatal-gatal dan menyembuhkan ISPA.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Serang dr. Istianah Hariyanti mengatakan, penyebab warga bisa terkena gatal-gatal karena banjir yang merendam wilayah tersebut terlalu lama, dan air yang ada itu air kotor luapan dari sungai maupun irigasi yang membuatnya tidak bersih.
Oleh karena itu, gatal-gatal merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan imbas dari air kotor yang tergenang berhari-hari, namun sudah ditangani petugas kesehatan di posko.
"Banjir kan dari air yang kotor, merendam wilayah berhari-hari yang membuat warga terkena gatal, bisa berupa dermatitis maupun jamur, kalau digaruk bisa saja luka karena terinfeksi kuman. Sudah ditangani petugas di posko, diberikan obat pereda gatal seperti salep, ada juga obat yang diminum," katanya, Rabu (4/2).
Istianah mengatakan, wilayah terdampak banjir yang paling lama terendamnya justru banyak ditemukan, warga mengalami gatal-gatal seperti di Kecamatan Cikande, Carenang, dan Binuang.
"Kalau wilayah tersebut lama terendam banjirnya, pasti banyak yang mengalami gatal-gatal seperti, di Cikande, Carenang, dan Binuang, paling banyak warga terkena gatal-gatal," ujarnya.
Selain gatal-gatal, kata Istianah, warga juga ada yang mengalami ISPA dan paling banyak ditemukan di posko pengungsian, karena disebabkan oleh kepadatan pengungsi yang tinggi, pola makan tidak teratur yang membuat imunitas menurun.
Terlebih, ISPA merupakan penyakit yang gampang menular melalui saluran pernapasan, menjadikan penularannya cepat ketika berada di posko pengungsian yang padat pengungsinya, didukung oleh cuaca yang masih hujan.
"Karena penyakit ini menular maka cepat penularannya. Sehingga, diimbau ke warga agar menerima PHBS, menjaga kebersihan, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, makan yang bergizi untuk tingkatkan imunitas, istirahat yang cukup, dan jaga kebersihan lingkungannya," ucapnya.
Dikatakan Istianah, terdapat posko pelayanan kesehatan yang dibuka di lokasi terdampak banjir, agar mudah warga mengaksesnya namun tidak dibuka 24 jam, pelayanan 24 jam hanya dilakukan di Puskesmas termasuk pasien gawat darurat.
Sedangkan, jumlah posko yang dibuka disesuaikan dengan jumlah wilayah terdampak banjir, karena harus berpindah-pindah ke lokasi yang masih terendam banjir.
Sejauh ini, kata Istianah, belum ditemukan warga terdampak banjir yang kondisinya gawat darurat, yang mengharuskan dibawa ke puskesmas, karena semua penyakit yang dialami para warga terdampak banjir sudah ditangani dengan baik. (agm)