Warga Terdampak Banjir Terserang Gatal dan ISPA

Rabu 04-02-2026,20:51 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menyebutkan, banjir yang telah melanda beberapa ke­camatan menyebabkan ba­nyak warga terserang gatal dan Inspeksi Saluran Per­napasan Akut (ISPA).

Namun, sudah dita­ngani petugas ke­sehatan yang berada di posko pengungsian, dengan diberikan obat-obatan untuk bisa meredakan gatal-gatal dan menyembuhkan ISPA.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Serang dr. Istianah Hariyanti mengatakan, penyebab warga bisa terkena gatal-gatal karena banjir yang merendam wilayah tersebut terlalu lama, dan air yang ada itu air kotor luapan dari sungai maupun irigasi yang mem­buatnya tidak bersih.

Oleh karena itu, gatal-gatal merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan imbas dari air kotor yang tergenang berhari-hari, namun sudah dita­ngani petugas kese­hatan di posko.

"Banjir kan dari air yang kotor, merendam wilayah berhari-hari yang membuat warga ter­kena gatal, bisa berupa der­matitis maupun jamur, kalau digaruk bisa saja luka karena terinfeksi kuman. Sudah dita­ngani petugas di posko, diberi­kan obat pereda gatal seperti salep, ada juga obat yang di­minum," katanya, Rabu (4/2).

Istianah mengatakan, wilayah terdampak banjir yang paling lama terendamnya justru ba­nyak ditemukan, warga meng­alami gatal-gatal seperti di Kecamatan Cikande, Carenang, dan Binuang.

"Kalau wilayah tersebut lama terendam banjirnya, pasti banyak yang mengalami gatal-gatal seperti, di Cikande, Care­nang, dan Binuang, paling banyak warga terkena gatal-gatal," ujarnya.

Selain gatal-gatal, kata Istia­nah, warga juga ada yang meng­alami ISPA dan paling banyak ditemukan di posko pengung­sian, karena disebabkan oleh kepadatan pengungsi yang tinggi, pola makan tidak teratur yang membuat imunitas me­nurun.

Terlebih, ISPA merupakan penyakit yang gampang me­nular melalui saluran perna­pasan, menjadikan penularan­nya cepat ketika berada di posko pengungsian yang padat pe­ngungsinya, didukung oleh cuaca yang masih hujan.

"Karena penyakit ini menular maka cepat penularannya. Sehingga, diimbau ke warga agar menerima PHBS, menjaga kebersihan, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, makan yang bergizi untuk tingkatkan imunitas, istirahat yang cukup, dan jaga kebersihan ling­kungannya," ucapnya.

Dikatakan Istianah, terdapat posko pelayanan kesehatan yang dibuka di lokasi ter­dampak banjir, agar mudah warga meng­aksesnya namun tidak dibuka 24 jam, pelayanan 24 jam hanya dilakukan di Puskesmas ter­masuk pasien gawat darurat.

Sedangkan, jumlah posko yang dibuka disesuaikan de­ngan jumlah wilayah terdampak banjir, karena harus berpindah-pindah ke lokasi yang masih terendam banjir.

Sejauh ini, kata Istianah, be­lum ditemukan warga ter­dampak banjir yang kondisinya gawat darurat, yang meng­haruskan dibawa ke puskesmas, karena semua penyakit yang dialami para warga terdampak banjir sudah ditangani dengan baik. (agm)

Kategori :