TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pembayaran lahan pengganti SDN Inpres Cikeusal terdampak Tol Serang Panimbang (Serpan) telah dibayarkan oleh pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Serpan.
Setelah dibayarkan, diharapkan pembangunan gedung baru bisa secepatnya dilaksanakan, agar pada tahun ajaran baru para guru dan siswa telah direlokasi untuk menempatinya.
Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dindikbud Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengatakan, pada Kamis 29 Januari 2026, pihak PPK Tol Serpan telah membayar lahan pengganti SDN Inpres Cikeusal yang terdampak, dan akan segera dilakukan pembangunannya yang diharapkan bisa dilakukan secepatnya.
Adapun lokasi lahan penggantinya, tidak jauh dari SDN Inpres Cikeusal, hanya berjarak sekitar 50 meter, dan Pemkab Serang hanya menerima kunci. Untuk pembangunannya dilakukan pihak tol.
"Kita hanya terima kunci saja, pembangunannya pihak tol yang melakukan. Kami berharap segera dikerjakan pembangunannya, karena lahannya juga kan sudah dibayarkan," katanya, Senin (2/2).
Abidin mengatakan, pembangunan gedung baru SDN Inpres Cikeusal diharapkan bisa selesai sebelum tahun ajaran baru sekitar Juni atau Juli, supaya guru dan murid bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tenang dan nyaman.
Karena, kondisi sekolah lamanya memprihatinkan. Ada banyak kerusakan. Pihaknya saat ini sedang melakukan kajian untuk dapat menemukan solusi supaya kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
"Mudah-mudahan sebelum tahun ajaran baru, sekolah baru sudah terbangun dan bisa ditempati. Sebelum itu kita cari solusi terbaik supaya KBM di sekolah lama bisa aman dan nyaman. Kita terus membangun komunikasi dengan pihak tol, supaya mereka cepat membangun gedung barunya," ujarnya.
Dikatakan Abidin, pembangunan gedung baru SDN Inpres Cikeusal yang terdampak Tol Serpan ini diharapkan tidak lewat tahun, karena khawatir dapat berbahaya jika sekolah lama masih ditempati terlalu lama.
"Kami sudah beberapa kali melakukan komunikasi ke pihak tol, supaya segera dibangun, dan kami berharap secepatnya, agar pendidikan di Kabupaten Serang dari segi kualitas, sarana prasarana dapat meningkat menuju Serang Bahagia," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Abdul Basit mengatakan, sembari menunggu pembangunan gedung dibangun oleh pihak PPK Tol Serpan, pihaknya menyarankan agar dicarikan alternatif lain gedung sekolah yang lama.
Tujuannya, supaya kegiatan belajar mengajar para murid dan guru bisa aman dan nyaman. Karena kondisi bangunannya memprihatinkan, sudah terlihat banyak kerusakan.
"Genteng pada rubuh (roboh), jendela ada yang hancur, tembok juga retak. Lebih baik cari alternatif lain, misalnya mengontrak dulu, yang ngontrakin dari pihak tol kita buat MoU. Tapi, jangan sampai nanti dijadikan alasan memperlambat pembangunan gedung baru," katanya. (agm)