Dimyati Sebut Dokter Pahlawan

Minggu 01-02-2026,21:48 WIB
Reporter : Abdul Aziz Muslim
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Wakil Guber­nur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah meng­apresiasi tugas peran serta para dokter yang selama ini meng­abdi di dunia kesehatan. Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Kongres Nasional V Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Hotel No­votel, Kota Tangerang, Sabtu, 31 Januari 2026.

Dimyati menyebut, dokter sebagai pahlawan kesehatan yang memiliki dedikasi dan pengabdiannya dalam merawat pasien.

”Kali ini Provinsi Banten men­jadi tuan rumah dengan peserta kongres yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” kata Dimyati dalam sambutannya.

“Saya mengapresiasi para dok­ter. Semoga dokter terus jaya, dokter terus hebat, dokter terus kuat, dan dokter juga ha­rus lebih sehat dibandingkan pasien, harus lebih sehat diban­dingkan masyarakat biasa,” sam­bungnya.

Dimyati menyatakan, bahwa dokter merupakan profesional yang memiliki pengetahuan di bidang kesehatan dan bekerja secara ilmiah dalam melayani pasien.

Semangat seorang dokter, lan­jut Dimyati, mampu mem­be­rikan kekuatan bagi pasien untuk kembali sehat. Kata-kata dokter pun dinilai dapat mem­pengaruhi kondisi pasien.

“Dokter juga belajar tanpa batas. Kenapa? Karena masalah penyakit banyak sekali yang berbeda-beda dari tahun ke tahun. Tapi dokter menguasai itu. Dia belajar terus akhirnya bisa melawan penyakit,” kata­nya.

Wagub Dimyati menambah­kan, dokter juga menjadi profesi yang menyerupai seorang pe­mimpin. Ia bekerja secara team­work karena membu­tuh­kan asisten, staf, perawat, serta manajemen organisasi. Dokter tidak bekerja sendiri dalam penanganan pasien.

Sementara itu, Koordinator Presidium Pengurus Pusat Per­himpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) dr Nur­hadji Abdullah Kastari menam­bahkan, dokter umum meru­pakan garda terdepan layanan kesehatan di Indonesia.

Tugas dokter umum tidak ha­nya bersifat kuratif, tetapi juga memiliki fungsi preventif dan promotif.

“Karena dengan preventif-promotif itu kita bisa mening­katkan derajat kesehatan bang­sa, menjaga kesehatan rakyat. Kalau kita hanya kuratif saja, justru kita hanya menunggu yang sakit. Peran itu yang perlu diperkuat oleh dokter umum, yaitu preventif-promotif,” ujar­nya.

Nurhadji menjelaskan, bahwa jumlah dokter umum sangat banyak, tetapi distribusinya belum merata. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi an­tara PDUI dan pemerintah un­tuk pemerataan tenaga dok­ter. Saat ini jumlah dokter umum yang mencapai sekitar 160 ribu orang.

Oleh karenanya, dalam kong­res ini PDUI memilih tema Mem­perkuat Peran dan Kapa­sitas Dokter Umum dalam Me­wujudkan Asta Cita Bidang Kesehatan.

Dengan tema tersebut, diha­rapkan terbangun kolaborasi antara pemerintah dan profesi dokter umum.

“Setiap tahun, dengan adanya fakultas kedokteran baru yang terus bertambah, diprediksi sekitar dua belas ribu lulusan per tahun, ke depan bisa lima belas ribu bahkan lebih,” pung­kasnya. (ziz)

Kategori :