BJB NOVEMBER 2025

Dimyati Sebut Dokter Pahlawan

Dimyati Sebut Dokter Pahlawan

Wakil Gubernur Banten saat memberikan sambutan dalam Kongres Nasional V Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Hotel Novotel, Kota Tangerang, Sabtu 31 Januari 2026.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Wakil Guber­nur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah meng­apresiasi tugas peran serta para dokter yang selama ini meng­abdi di dunia kesehatan. Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Kongres Nasional V Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Hotel No­votel, Kota Tangerang, Sabtu, 31 Januari 2026.

Dimyati menyebut, dokter sebagai pahlawan kesehatan yang memiliki dedikasi dan pengabdiannya dalam merawat pasien.

”Kali ini Provinsi Banten men­jadi tuan rumah dengan peserta kongres yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” kata Dimyati dalam sambutannya.

“Saya mengapresiasi para dok­ter. Semoga dokter terus jaya, dokter terus hebat, dokter terus kuat, dan dokter juga ha­rus lebih sehat dibandingkan pasien, harus lebih sehat diban­dingkan masyarakat biasa,” sam­bungnya.

Dimyati menyatakan, bahwa dokter merupakan profesional yang memiliki pengetahuan di bidang kesehatan dan bekerja secara ilmiah dalam melayani pasien.

Semangat seorang dokter, lan­jut Dimyati, mampu mem­be­rikan kekuatan bagi pasien untuk kembali sehat. Kata-kata dokter pun dinilai dapat mem­pengaruhi kondisi pasien.

“Dokter juga belajar tanpa batas. Kenapa? Karena masalah penyakit banyak sekali yang berbeda-beda dari tahun ke tahun. Tapi dokter menguasai itu. Dia belajar terus akhirnya bisa melawan penyakit,” kata­nya.

Wagub Dimyati menambah­kan, dokter juga menjadi profesi yang menyerupai seorang pe­mimpin. Ia bekerja secara team­work karena membu­tuh­kan asisten, staf, perawat, serta manajemen organisasi. Dokter tidak bekerja sendiri dalam penanganan pasien.

Sementara itu, Koordinator Presidium Pengurus Pusat Per­himpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) dr Nur­hadji Abdullah Kastari menam­bahkan, dokter umum meru­pakan garda terdepan layanan kesehatan di Indonesia.

Tugas dokter umum tidak ha­nya bersifat kuratif, tetapi juga memiliki fungsi preventif dan promotif.

“Karena dengan preventif-promotif itu kita bisa mening­katkan derajat kesehatan bang­sa, menjaga kesehatan rakyat. Kalau kita hanya kuratif saja, justru kita hanya menunggu yang sakit. Peran itu yang perlu diperkuat oleh dokter umum, yaitu preventif-promotif,” ujar­nya.

Nurhadji menjelaskan, bahwa jumlah dokter umum sangat banyak, tetapi distribusinya belum merata. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi an­tara PDUI dan pemerintah un­tuk pemerataan tenaga dok­ter. Saat ini jumlah dokter umum yang mencapai sekitar 160 ribu orang.

Oleh karenanya, dalam kong­res ini PDUI memilih tema Mem­perkuat Peran dan Kapa­sitas Dokter Umum dalam Me­wujudkan Asta Cita Bidang Kesehatan.

Dengan tema tersebut, diha­rapkan terbangun kolaborasi antara pemerintah dan profesi dokter umum.

Sumber: