Maret, 54 KKMP Ditarget Aktif

Kamis 29-01-2026,22:19 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Dari total 54 Ko­perasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Tangel, seba­nyak 32 KKMP sudah berjalan aktif dan operasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel Bachtiar Priambodo mengatakan, KKMP yang sudah aktif tersebut seba­gian besar telah melakukan launching. Namun demikian, KKMP yang belum launching juga tidak menjadi persoalan, selama sudah melaporkan ke Dinas Koperasi bahwa mereka telah aktif beserta lokasi ope­rasionalnya.

“Yang penting mereka mem­beritahu Dinkop bahwa sudah aktif dan di mana lokasinya. Launching atau tidak, itu bukan masalah utama,” ujarnya ke­pada Tangerang Ekspres, Kamis (29/1).

Bachtiar menambahkan, KKMP yang belum aktif rata-rata masih dalam tahap per­siapan. Pihaknya telah meng­gelar rapat khusus bagi KKMP yang masih masuk zona merah, untuk melakukan pembenahan mulai dari kesiapan usaha, so­sialisasi kepada keluarga dan lingkungan, hingga pe­ngua­tan internal.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kesiapan dan kelengkapan pengurus. Banyak pengurus KKMP yang tidak memiliki latar belakang perko­perasian. “Itu yang jadi PR kita. Karena itu, kita berikan pendam­pingan dan saya sudah menu­gaskan masing-masing staf se­­bagai penanggung jawab un­tuk setiap KKMP,” tam­bah­nya.

Menurutnya, Pemkot Tangsel menargetkan seluruh 54 KKMP sudah aktif dan berjalan pada Maret 2026, sesuai dengan tar­get pemerintah pusat. Sejak Juli 2025 hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 3.800 anggota yang tergabung dalam 32 KKMP aktif.

KKMP dengan jumlah anggota terbanyak saat ini berada di Kelurahan Pondok Aren, de­ngan jumlah anggota mencapai sekitar 600 orang. Seluruh KK­MP di Kota Tangsel juga dipas­tikan telah memiliki badan hu­kum, sehingga secara struk­tur kepengurusan sebenarnya sudah terbentuk. 

Namun, persoalan yang masih dihadapi di sejumlah KKMP adalah belum adanya atau ma­sih minimnya jumlah ang­gota. “Padahal koperasi itu kon­sepnya dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Kalau tidak ada anggota, nanti pema­saran dan perputaran usahanya juga akan sulit,” jelasnya.

Saat ini terdapat 7 jenis usaha yang dapat dijalankan oleh KKMP. Meski demikian, seluruh KKMP disarankan untuk men­jalankan usaha sembako, dan hingga kini seluruh 32 KKMP aktif sudah menjalankan usaha sembako.

Beberapa KKMP yang dinilai berjalan baik antara lain KKMP Pondok Aren, Cempaka Putih dan Pakulonan. Khusus KKMP Cempaka Putih, omset usaha­nya telah mencapai sekitar Rp30 juta, serta telah menjalin kerja sama dengan ekonomi lokal, seperti peternak telur setempat.

Ke depan, KKMP dinilai me­miliki potensi besar untuk men­jadi pemasok Satuan Pela­yanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Satu SPPG diperkirakan dapat melayani hingga 3.500 orang per hari, sehingga membutuh­kan pasokan beras, telur, dan kebutuhan pangan lainnya da­lam jumlah besar setiap hari.

“Potensinya sangat besar, tapi kembali lagi tergantung kesia­pan masing-masing KKMP,” tutulnya. (bud)

Tags :
Kategori :

Terkait