TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Budaya terib lalu lintas harus ditanamkan sejak dini. Untuk itu, Satuan Lalu Lintas (Lalin) Polres Tangsel terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada anak-anak tetang keselamatan berlalulintas. Sosialisasi dilakukan dengan cara mengunjungi sekolah maupun anak-anak dengam didampingi para guru mendatangi Polres Tangsel.
Kanit Keamanan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Tangsel Ipda Dedi Suryadi mengatakan, tahun ini pihak telah menerima kunjungan dari 4 sekolah terkait profesi polisi dan terutama terkait keselamatan berlalulintas.
”Kunjungan ini dalam rangka polisi sahabat anak (Polsanak) yang merupakan program dari Satlantas Polres Tangsel. Belum 1 bulan kita telah menerima 4 kali kunjungan dari sekolah berbeda,” ujarnya, Minggu, 25 Januari 2026.
Dedi menambahkan, sekolah yang mengunjungi rata-rata tingkat PAUD dan TK. Saat berkunjung anak-anak diberi sosialisasi dan pemahaman tentang lalu lintas, profesi polri, seragam yang yang dipakai polisi, alat yang digunakan dan kendaraan yang digunakan.
”Jenjang TK ini lebih banyak yang datang tapi, ada juga yang kita kunjungi karena permintaan dan pesertanya diatas 100 orang,” tambahnya.
Menurutnya, setiap kunjungan ke Polres Tangsel ada sekitar 13-80 anak yang dagang. ”Kunjungan ini juga menjadi kurikulum di sekolah mereka, kunjungan ini bukan hanya ke polisi saja tapi ke Damkar dan kantor lainnya juga. Kunjungan ini adalah implementasi nyata,” jelasnya.
Dedi mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan merupakan langkah baik untuk perkenalkan rambu rambu sejak dini, baik cara menyebrang dan lainnya. Tentu hasilnya tidak instan namun, akan terlihat beberapa tahun kedepan dan pihaknya ingin menanamkan tertib berlalulintas sejak dini.
”Saya sering sampaikan, kalau sedang berkendara dengan orang tua, terus melihat lampu merah diharapkan bilang agar berhenti. Ini pemahaman dasar dan diharapkan mereka jadi polisi cilik dan mengingatkan keluarga yang berkendara untuk tertib berlalu lintas,” ungkapnya.
Dengan kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. ”Polisi bukan lagi sosok yang menakutkan namun, menjadi sahabat anak dan masyarakat.
”Guru dan orang tua berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin karena bermanfaat bagi anak-anak. Mereka bisa belajar tentang banyak hal dan menjadi lebih berani,” tutupnya. (bud)