Dindikbud Buka Posko Pengaduan, Terkait Kasus Cabul di SDN Rawa Buntu 01

Minggu 25-01-2026,21:49 WIB
Reporter : Miladi Ahmad
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Korban Pelece­han yang dilakukan oleh Yayat Priatna (55), guru SDN Rawa Buntu 01, Serpong, Kota Tang­sel, terus bertambah. Untuk memudahkan pendataan kor­ban, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel membuka Posko Pengaduan.

Kepala Dindikbud Kota Tang­sel, Deden Deni menga­takan, mulai Jumat 23 Januari 2026 posko pengaduan telah beroperasi. Lokasinya, berada di SDN Rawa Buntu 01. 

”Tujuan Posko ini didirikan karena kami menyadari ke­mungkinan masih adanya kor­­ban lain yang belum berani melapor. Oleh karena itu, kami menyampaikan kepada para orang tua siswa agar anak-anak yang mungkin terindikasi per­nah mengalami kejadian seru­pa, tetapi belum sempat me­lapor karena rasa takut atau alasan lainnya, dapat meman­faatkan posko ini,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Kope­rasi dan UMKM ini menam­bahkan, posko ini tidak hanya dibuka untuk pelaporan, tetapi juga untuk konsultasi. Di da­lam posko tersedia psikolog untuk mendampingi anak mau­pun orang tua, guna me­ngetahui kondisi dan keadaan psikologis anak saat ini. 

Selain layanan di posko, apa­bila orang tua atau anak masih enggan datang ke se­kolah, tim juga siap melakukan kunjungan langsung ke rumah berdasarkan informasi yang disampaikan oleh orang tua.

”Kami memberikan akses semudah mungkin kepada korban dan orang tua siswa untuk menyampaikan apa pun yang berkaitan dengan kondisi anak, khususnya kon­disi psikologisnya. Saat ini bahkan sudah ada keluhan bahwa anak korban menga­lami perundungan di lingku­ngan sekitarnya, akibat foto yang tersebar di media sosial sehingga menjadi bahan bull­ying,” katanya.

Menurut Deden, kasus ini menjadi persoalan baru, di mana korban tidak hanya me­ngalami trauma awal, tetapi juga tekanan sosial tambahan. Posko akan dibuka hingga kondisi dinilai membaik.

”Mengingat jumlah korban yang cukup banyak, petugas posko terdiri dari psikolog sebanyak dua hingga tiga orang, serta didukung oleh jajaran dari Dinas Pendidikan. Posko beroperasi mulai pukul 09.00 hingga maksimal pukul 16.00 WIB, atau menyesuaikan dengan kebutuhan. Di luar jam tersebut, tim tetap bisa melakukan kunjungan ke ru­mah anak,” imbuh Deden.

Mantan Kepala Dinas Kese­hatan ini juga  menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua atas kejadian ini. Kami juga memberikan moti­vasi kepada orang tua untuk tetap kuat dan menunggu pro­ses yang sedang berjalan. Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Kepo­lisian, dengan harapan keadi­lan dapat ditegakkan. 

Hal terpenting hari ini adalah memastikan kondisi kejiwaan anak tidak terganggu, karena proses pemulihan ini masih panjang, terutama bagi siswa kelas tiga dan empat.

”Untuk kelas 4E, telah disiap­kan guru pengganti, dan atas permintaan orang tua, wali kelas yang baru adalah guru perempuan. Hal ini kami pe­nuhi. Sementara itu, ruang kelas yang sebelumnya digu­nakan akan dialihkan, dan siswa dipindahkan ke kelas lain agar tidak menimbulkan trauma”, harapnya.

Kegiatan yang sebelumnya ditangani oleh terduga pelaku dihentikan sementara. Pe­nataan kelas juga dilakukan agar proses belajar tetap ber­jalan dengan aman dan nya­man.

Ke depan, sebagai langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang, akan dilakukan seminar rutin kepada guru dan seluruh warga sekolah. Kami menekankan pentingnya kepekaan terhadap perilaku yang tidak wajar. Guru, kepala sekolah, dan siswa harus lebih peka terhadap perubahan si­kap, termasuk apabila ada perilaku yang terkesan berle­bihan, seperti pemberian ha­diah atau perhatian yang tidak sewajarnya kepada siswa.

Kami juga mengingatkan agar insting kewaspadaan di­tingkatkan. Bukan berarti berprasangka buruk, tetapi demi pencegahan dan perlin­dungan anak, sikap antisipatif sangat diperlukan.

Posko ini dibuka untuk siapa saja yang merasa menjadi kor­ban, termasuk alumni atau siswa yang telah lulus. Tidak terbatas hanya kepada mereka yang telah melapor ke kepo­lisian. Harapan kami, anak-anak dapat pulih secara psi­kologis demi masa depan me­reka.

Kategori :