TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau memulai gerakan penghijauan berkelanjutan di bantaran Kali Bedeng Kasemen, Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Sabtu (24/1).
Gerakan ini diawali dengan penanaman 100 pohon kelor secara simbolis di bantaran Kali Bedeng Kasemen, dengan target total 1.500 pohon kelor di sepanjang aliran Kali Cibanten.
Acara tersebut bekerja sama dengan Komunitas Peduli Sungai Banten serta melibatkan anggota Pramuka melalui Kwarda Banten, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni.
Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau, G. Borlak mengatakan, gerakan menanam pohon merupakan ikhtiar kolektif untuk menyiapkan bekal lingkungan bagi generasi masa depan.
"Tujuan menanam ini adalah merawat lingkungan agar seluruh ekosistem tetap hidup. Bukan hanya manusia, tetapi juga hewan dan seluruh makhluk hidup lainnya. Kalau kita tidak menyiapkan bekal untuk anak cucu kita, maka kita sedang menyiapkan kehancuran," katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan di Kali Cibanten merupakan bagian dari program nasional Jarnas yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Di sini kami tanam 100 pohon secara seremonial, tetapi total yang kami siapkan di Kali Cibanten ada 1.500 pohon untuk penanaman berkelanjutan. Secara nasional, Jarnas sudah menanam hampir 9.000 pohon di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, penanaman pohon tidak hanya dilakukan di bantaran sungai, tetapi juga akan diperluas ke lahan-lahan gersang dan wilayah pasca tambang.
"Kami juga mendorong reforestasi di daerah pascatambang agar lahan-lahan yang sudah rusak bisa ditanami kembali," tuturnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi langkah Jarnas Pemuda Hijau yang sejalan dengan agenda pelestarian lingkungan Pemprov Banten.
"Gerakan menanam pohon ini adalah inisiatif yang baik dan harus kita tindak lanjuti bersama. Apalagi melibatkan anak-anak muda yang punya tanggung jawab menjaga masa depan mereka, menjaga alamnya, dan menjaga buminya," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penanaman pohon di bantaran sungai memiliki fungsi strategis bagi keselamatan lingkungan dan masyarakat.
"Menjaga sungai dan menanam pohon itu penting agar alam tetap terjaga. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan," tuturnya.
Andra juga mengungkapkan rencana Pemprov Banten untuk memperkuat program reforestasi, khususnya di wilayah pasca tambang.
"Kami sedang merencanakan penanaman kembali atau reforestasi, terutama di daerah-daerah pascatambang. Ini tidak boleh dibiarkan, harus kita tanami kembali," tegasnya.