Jembatan Putus, Lima Pelajar Jatuh ke Sungai

Kamis 22-01-2026,22:22 WIB
Reporter : Ahmad Fadilah
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Jembatan gantung penghubung Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, de­ngan Desa Sinanghati, Keca­matan Malingping, Kabu­paten Lebak, Banten putus, diduga akibat konstruksi jembatan yang sudah rapuh dimakan usia. 

Peristiwa yang terjadi Rabu (21/1) tersebut, meng­aki­batkan lima siswa SMP Negeri 3 Wanasalam yang sedang melintas diatasnya terjatuh ke sungai bersama tiga unit sepeda motor yang mereka kendarai saat hendak pulang sekolah. Sehingga, dua orang siswa mengalami luka-luka dan satu siswa lainnya dila­rikan ke RSUD Malingping guna mendapatkan pera­watan medis, karena men­dapatkan luka yang serius akibat benturan benda keras. 

Musa Weliansyah, Anggota DPRD Provinsi Banten yang juga warga Kecamatan Wa­nasalam mengatakan, jem­batan gantung yang tidak layak tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat karena menghubungkan dua desa dari dua kecamatan berbeda.

Menurutnya, kondisi jem­batan sudah lama mem­pri­hatinkan.

“Memang jem­batan gantungnya sudah rapuh, sudah sekitar 10 tahun belum pernah diperbaiki. Padahal jem­batan ini sangat vital, karena Kalau harus memutar, jarak tempuh sangat jauh,” kata Musa kepada wartawan, melalui sambungan telepon, Kemarin. 

Ia menambahkan, usulan perbaikan jembatan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum pernah terealisasi, hingga akhirnya jembatan itu ambruk dan menimbulkan korban. 

“Begitu mendapatkan lapor­an, saya langsung turun ke lokasi, dan langsung koor­dinasi dengan Pemkab Lebak dan Provinsi Banten, kita minta pemkab Lebak segera melakukan langkah kongkrit dan saya juga langsung minta Provinsi untuk membantu membangun kembali jembatan ini," paparnya. 

Sementara, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pramata, membenarkan keja­dian tersebut. Ia memas­tikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. 

“Untuk korban jiwa tidak ada. Para korban sudah di­evakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujar Febby.

Menurutnya, faktor penye­bab ambruknya jembatan diduga karena usia bangunan yang sudah tua. Saat ini, petugas BPBD telah diterjun­kan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan asesmen awal. 

“Anggota sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan asesmen. Dugaan sementara karena faktor usia jembatan,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Lebak, Dade Yan Apriandi menyatakan, dia teleh menerjunkan tim ke lokasi, hasil komunikasi dengan pemprov Banten,  pembangunan kembali jembatan dilakukan oleh privinsi Banten. 

"Tugas kita untuk segera membuat DED (Detail Enginee­ring Design) mulai dari dokumen teknis super rinci berisi gambar kerja, spesifikasi, perhitungan struktur, dan anggaran biaya (RAB) yang menjadi acuan utama bagi pelaksana konstruksi agar proyek sesuai rencana, aman, dan tepat anggaran," ucap Dade.(fad)

Kategori :