Penerima Sekolah Gratis Dirombak

Senin 19-01-2026,21:27 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemprov Banten berencana untuk merombak atau mengevaluasi skema penerima manfaat program Sekolah Gratis melalui Data Tunggal Sosial Eko­nomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil demi menjamin ang­garan pendidikan yang disiapkan tidak salah alamat.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi secara menyeluruh dari program Sekolah Gratis, termasuk penggunaan DTSEN sebagai basis data yang laik untuk penerima manfaat.

"Kita akan lakukan evaluasi ber­sama Ombudsman terkait pelak­sanaan sekolah gratis ini, kita akan evaluasi secara menye­luruh," kata­nya di Pendopo Lama Guber­nur Banten, Kota Serang, Senin (19/1).

Ia mengakui bahwa selama ini profil penerima manfaat masih sangat beragam. Ia ingin ke de­pannya ada batasan yang lebih jelas dan terukur.

"Nanti juga kita akan lakukan penerima manfaat itu disesuaikan dengan DTSEN sebagai basis datanya. Jadi akan ada kriterianya," jelasnya.

Tak hanya itu, kata Andra, Pem­prov Banten juga berencana me­lakukan perluasan jangkauan pro­gram hingga ke tingkat Ma­drasah Aliyah (MA). Namun lang­kah besar ini harus dibarengi dengan perhitungan matang.

"Ya karena kita ingin memperluas jangkauannya sampai Madrasah Aliyah. Tapi tentu harus menye­suaikan dengan kemampuan anggaran kita," ungkapnya.

Perluasan program ini diakui akan menggeser porsi anggaran daerah. Meski belanja modal seperti pembangunan fisik berpotensi terpangkas, Andra meyakini investasi pada manusia jauh lebih berharga.

"Konsekuensinya pasti akan berpengaruh pada belanja modal kita yang menurun. Tapi, dampak yang diberikan ke masyarakatnya itu jauh lebih meningkat," jelasnya.

Sekolah swasta yang belum bergabung, kata dia, pintu masih terbuka lebar dengan syarat komitmen yang kuat melalui nota kesepahaman (MoU).

"Selama mereka memenuhi kriteria, mereka bisa menga­jukan. Nanti basisnya akan dilakukan MoU," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Jama­luddin memastikan Program Sekolah Gratis dalam misi Banten Cerdas akan lanjut ke angkatan kedua (2026–2027), namun dengan peng­awasan yang jauh lebih ketat.

Ia menegaskan tidak ada ruang bagi sekolah yang menerima subsidi pemerintah namun tetap membebani orang tua siswa.

“Nanti kita akan evaluasi sesuai dengan arahan Pak Gubernur. Termasuk kalau ma­sih ada sekolah atau yayasan yang memungut biaya, itu akan kita hentikan. MoU-nya tidak kita lanjutkan," katanya.

Ia mengaku, saat ini Dindik­bud tengah membedah lapor­an kepatuhan sekolah mitra pada angkatan pertama untuk memastikan transparansi penggunaan dana.

Kategori :