12 Ruas Jalan Terdampak Longsor Ditangani

Selasa 13-01-2026,21:44 WIB
Reporter : Ahmad Fadilah
Editor : Sutanto

LEBAK — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak mencatat terdapat 12 titik ruas jalan yang terdampak longsor akibat diguyur hujan dengan tingkat kerusakan yang ber­variasi mulai dari ringan hingga parah.

Plt Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi mengatakan, longsor terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur hampir seluruh wilayah Lebak dalam beberapa pekan terakhir.

"Total ada 12 titik ruas jalan yang terdampak longsor hing­ga Senin 12 Januari 2026. Dari jumlah itu, delapan titik saat ini sudah dalam penanganan," kata Dade kepada wartawan, Selasa (13/1).

Namun demikian, masih terdapat empat titik longsor yang mem­butuhkan pena­nganan lanjutan dan saat ini tengah dilakukan survei la­pangan. Keempat lokasi ter­sebut berada di Kampung Cikoret, Desa Muara Dua, ke­mudian wilayah Sajira dekat jembatan, Kecamatan Sobang, dan di Kampung Cikupa, Desa Tam­bakbaya, Kecamatan Cibadak.

Di Kecamatan Sobang, long­sor diduga diperparah oleh aktivitas pembangunan Kope­rasi Merah Putih yang dinilai terlalu dekat dengan badan jalan, sehingga memicu per­gerakan tanah.

"Insya Allah semuanya akan kita tangani. Saat ini tim teknis sedang melakukan survei un­tuk menentukan langkah pe­nanganan yang tepat," ujarnya.

Dade mengungkapkan, dari keselu­ruhan titik longsor, ke­rusakan terparah terjadi di Kecamatan Panggarangan, disusul Sobang, Bayah, Cikoret Muara Dua, serta Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cikulur, tepatnya pada ruas jalan Sam­pay-Cileles.

Sementara itu, untuk nilai kerugian akibat bencana long­sor, pihak DPUPR Lebak masih melakukan pendataan dan perhitungan secara menyeluruh.

Di tengah kondisi tersebut, Dade mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar meningkatkan kewaspa­daan saat melintasi ruas jalan rawan longsor, salah satunya di ruas Kaduagung-Cileles.

"Kami minta pengendara berhati-hati, terutama saat hujan turun. Longsor susulan masih sangat mungkin terjadi," tegasnya.

Dampak longsor menimbul­kan kekhawatiran serius bagi para pengguna jalan. Salah seorang pengendara, Fahri warga Cileles, mengaku was­was setiap melintas di jalur rawan longsor, terutama saat hujan turun pada sore hingga malam hari.

"Sekarang lewat jalan itu harus ekstra hati-hati. Ada bagian jalan yang sudah am­bles, kalau hujan deras takut tiba-tiba longsor susulan. Apalagi malam hari, penera­ngan juga minim," tuturnya. 

Ia berharap pemerintah tidak hanya memasang tanda pe­ri­ngatan, tetapi segera mela­kukan perbaikan permanen.

"Kalau cuma dikasih rambu, itu belum cukup. Jalan ini ramai, banyak motor dan mobil. Kami minta segera di­perbaiki sebelum ada kor­ban," tandasnya. (fad)

Kategori :